Mendikdasmen Resmikan 21 Sekolah Hasil Revitalisasi Pascabencana di Pidie, Aceh

- Selasa, 23 Juni 2026 | 03:25 WIB
Mendikdasmen Resmikan 21 Sekolah Hasil Revitalisasi Pascabencana di Pidie, Aceh
PARADAPOS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 21 sekolah hasil revitalisasi di Kabupaten Pidie, Aceh, pada hari ini. Program yang dipusatkan di SMK Negeri 3 Sigli ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan sarana pendidikan pascabencana serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa. Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murtalamuddin, unsur Forkopimda, dan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Revitalisasi Sekolah Pascabencana di Pidie

Sebanyak 21 sekolah menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp24,17 miliar. Program ini mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium, area bermain PAUD, serta perbaikan fasilitas sanitasi dan sarana penunjang pembelajaran lainnya. Adapun sekolah penerima program terdiri dari satu PAUD, dua SD, empat SMP, 11 SMA, dua SMK, dan satu SLB yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Pidie.

Pernyataan Menteri dan Target Penyelesaian

"Alhamdulillah hari ini kami meninjau progres pembangunan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Pidie. Tadi juga meresmikan sekolah-sekolah yang selesai dibangun pada tahun 2025 dan meninjau yang sedang dibangun pada tahun 2026," kata Abdul Mu’ti. Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Aceh. Menurutnya, sebagian besar proyek revitalisasi ditargetkan rampung pada tahun ajaran 2026 hingga 2027.

Fasilitas Darurat untuk Siswa

Pemerintah juga telah menyediakan ruang kelas darurat bagi sekolah yang masih dalam proses pembangunan. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk menggantikan tenda belajar yang sebelumnya digunakan siswa pascabencana. "Ruang Kelas Darurat ini maksimal digunakan dua tahun. Mudah-mudahan jika lokasi baru sudah tersedia, pembangunan sekolah permanen dapat diselesaikan lebih cepat," ujar Mendikdasmen.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar