300 Titik Fiktif Ditemukan di Cilacap, Portal Pendaftaran SPPG Program Makan Bergizi Gratis Ditutup

- Selasa, 23 Juni 2026 | 10:00 WIB
300 Titik Fiktif Ditemukan di Cilacap, Portal Pendaftaran SPPG Program Makan Bergizi Gratis Ditutup

PARADAPOS.COM - Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah ditemukan lebih dari 300 titik fiktif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan bahwa titik-titik tersebut tidak memiliki bangunan fisik sama sekali. Beberapa di antaranya bahkan terletak di tengah hutan, sawah, hingga area pemakaman. Temuan ini memicu kekhawatiran publik dan mendorong pemerintah untuk menutup sementara portal pendaftaran SPPG sambil melakukan investigasi lebih lanjut.

300 Titik Fiktif yang Tak Berwujud

Pengungkapan ini bermula dari rapat koordinasi antara tim investigasi dan koordinator wilayah (korwil) setempat. Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa ratusan titik SPPG yang tercatat dalam sistem ternyata tidak dapat diverifikasi keberadaannya di lapangan.

Ammy Amalia menuturkan, ketika Kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mendatangi lokasi-lokasi tersebut, mereka tidak menemukan bangunan apa pun. "Ya, jadi kemarin tim investigasi dan korwil sudah mengadakan rapat bersama, ternyata sudah muncul sekitar 300 titik lebih di Kab. Cilacap, yang mana setelah didatangi oleh Kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN Pusat, titik itu tidak ada bangunan apapun," jelasnya dalam sebuah video yang disadur dari unggahan media sosial Cilacap Media TV pada 23 Juni 2026.

Lokasi yang Tak Terduga

Yang lebih memprihatinkan, titik-titik fiktif tersebut tidak hanya sekadar alamat kosong. Beberapa di antaranya berada di lokasi yang tidak lazim untuk sebuah dapur umum atau pusat pelayanan gizi.

"Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," sambung Ammy Amalia. Temuan ini sontak mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan, mengingat program MBG dirancang untuk menjangkau anak-anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Isu Jual Beli Titik SPPG

Di tengah hiruk-pikuk temuan ini, muncul pula isu mengenai praktik jual beli titik SPPG yang diduga melibatkan oknum tidak bertanggung jawab. Ammy Amalia tidak menampik adanya indikasi tersebut.

"Jadi bahwa isu jual beli titik kemudian titik fiktif yang memang benar adanya. Ya ini yang harus kita benahi," timpalnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan dugaan pelanggaran serius yang membutuhkan penanganan tegas.

Langkah Pemerintah: Portal Ditutup, Titik Fiktif Dihapus

Menanggapi temuan ini, pemerintah bersama BGN langsung mengambil langkah konkret. Langkah pertama yang dilakukan adalah menutup sementara portal pendaftaran SPPG untuk mencegah munculnya titik-titik fiktif baru.

"Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi programnya," tutup Ammy Amalia.

Penutupan portal ini diharapkan memberi ruang bagi tim investigasi untuk melakukan pembersihan data dan verifikasi ulang terhadap seluruh titik SPPG yang sudah terdaftar. Pemerintah berjanji akan menindak tegas para pelaku nakal yang berada di balik polemik ini, sekaligus memastikan program MBG tetap berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu memberikan asupan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar