Habib Jafar Ungkap Komunikasi Terakhir Vidi Aldiano Seputar Perbaikan Ibadah

- Minggu, 08 Maret 2026 | 06:25 WIB
Habib Jafar Ungkap Komunikasi Terakhir Vidi Aldiano Seputar Perbaikan Ibadah

PARADAPOS.COM - Penyanyi Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3/2026), setelah meninggal dunia sehari sebelumnya di usia 35 tahun. Prosesi pemakaman yang khidmat dihadiri ratusan pelayat, termasuk keluarga, rekan musisi, dan figur publik. Salah satu sahabat almarhum, pendakwah Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Ja'far, memberikan kesaksian mendalam tentang kehidupan spiritual Vidi selama ini.

Komunikasi Penuh Ibadah dan Perbaikan Diri

Habib Ja'far, yang ditemui usai pemakaman, mengungkapkan bahwa Vidi Aldiano adalah sosok yang sangat serius dalam memperdalam urusan agama. Menurutnya, percakapan mereka kerap terjadi melalui pesan singkat dan selalu berkutat pada upaya Vidi untuk meningkatkan kualitas ibadahnya.

"Kalau WhatsApp-an masih sering, dan semuanya tidak pernah personal, tapi urusannya bertanya tentang berbagai hal soal ibadah. Yang terakhir bertanya soal bagaimana keterbatasan Beliau untuk berwudu dan salat. Jadi, semua komunikasinya tentang bagaimana Beliau lebih memperbaiki diri, lebih meningkatkan ibadahnya, selalu tentang itu yang ditanyakan oleh Beliau," jelas Habib Ja’far kepada awak media di lokasi.

Pergi di Waktu yang Mulia

Habib Ja'far meyakini bahwa kepergian Vidi Aldiano terjadi dalam keadaan yang terbaik. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada momen Nuzulul Quran. Perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal selama tujuh tahun, yang dijalaninya dengan penuh kesabaran tanpa banyak mengeluh, juga dipandang sebagai bentuk pembersihan diri.

"Insya Allah sahabat kita, keluarga kita, Vidi Aldiano, dalam keadaan yang terbaik, karena di hari dan bulan yang terbaik, yaitu bulan suci Ramadhan, dan hari diturunkannya Al-Quran, yaitu Nuzulul Quran 17 Ramadhan. Justru semakin dekat kepada Allah, semakin banyak ibadahnya," tuturnya.

Warisan Keteladanan dan Ajakan untuk Mendoakan

Di tengah duka, Habib Ja'far mengajak masyarakat dan penggemar untuk memberikan hadiah terbaik bagi almarhum. Baginya, kesaksian baik dari banyak orang yang hadir dalam duka merupakan bukti nyata kemuliaan hati Vidi semasa hidup. Ia melihat ketegaran Vidi melawan penyakit sebagai pelajaran berharga bagi semua orang.

"Hadiah terbaik untuk Beliau adalah dua. Pertama, mendoakannya, dan yang kedua, kita memperbaiki diri agar ini menjadi pelajaran terbaik bagi kita semua," kata Habib Ja'far.

Prosesi pemakaman Oxavia Aldiano—nama lengkap Vidi—berakhir sekitar pukul 10.00 WIB, mengakhiri sebuah perjalanan hidup seorang musisi yang tidak hanya dikenang melalui karya, tetapi juga melalui ketulusan dan ketekunannya dalam mencari keridhaan Ilahi.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar