PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, setelah sempat menunjukkan penguatan di awal sesi. Berdasarkan data RTI, IHSG anjlok 217,451 poin atau setara 3,56 persen ke posisi 5.883,881 pada penutupan sore ini. Padahal, indeks sempat dibuka di level 6.128 dan bergerak dalam rentang harian antara 5.876 hingga 6.171. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan global yang melanda bursa Asia dan Amerika Serikat sehari sebelumnya.
Volume Perdagangan dan Sentimen Pasar
Sepanjang hari, total volume saham yang diperdagangkan mencapai 26,751 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp15,207 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.338,125 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.037.680 kali. Dari seluruh saham yang tercatat, hanya 98 saham yang berhasil menguat, sementara 611 saham lainnya tertekan ke zona merah, dan 104 saham stagnan. Suasana di lantai bursa terlihat mencekam, dengan dominasi aksi jual yang hampir tidak terbendung sejak pertengahan sesi.
Prediksi Sebelumnya: Peluang Rebound yang Sirna
Sebelum perdagangan dibuka, Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana sempat menyampaikan pandangannya mengenai potensi pergerakan IHSG. Ia memperkirakan indeks berpeluang untuk mengalami short term teknikal rebound pada hari itu. Meski demikian, ia tetap mengingatkan investor untuk waspada karena IHSG masih rentan terhadap koreksi lanjutan.
"Diperkirakan support IHSG di level 6.060-6.000 dan resist IHSG pada level 6.160-6.190," ungkap Lutfi dalam riset hariannya.
Sayangnya, ekspektasi tersebut tidak terwujud. IHSG justru menembus level support terendah yang diprediksi dan terus merosot hingga penutupan.
Tekanan dari Pasar Global
Pelemahan IHSG tidak bisa dilepaskan dari kondisi bursa global yang sedang tidak bersahabat. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor menjadi pemicu utama gelombang koreksi. Nasdaq Composite terkoreksi 2,21 persen, S&P 500 turun 1,44 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen.
Di Asia, situasinya tak kalah mencekam. Bursa-bursa utama kawasan tercatat turun signifikan pada hari yang sama. Indeks Nikkei 225 Jepang ambles 3,55 persen, diikuti Topix yang melemah 2,56 persen. Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,82 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,34 persen, ASX 200 Australia turun 0,33 persen, dan CSI 300 China melemah 2,77 persen.
Korea Selatan Mengalami Trading Halt
Yang paling mencolok terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi anjlok hingga 10 persen, sementara Kosdaq merosot 7,94 persen. Kondisi ini memicu trading halt atau penghentian perdagangan sementara. Penurunan drastis tersebut dipicu oleh meningkatnya tekanan aksi ambil untung dari investor asing yang keluar besar-besaran dari pasar saham Negeri Ginseng. Sementara itu, Straits Times Singapura justru mencatat kenaikan tipis 0,03 persen, dan FTSE Malaysia melemah 1,23 persen.
Kinerja IHSG Sehari Sebelumnya
Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 23 Juni 2026, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda kelemahan dengan ditutup turun 0,25 persen ke level 6.101,33. Pelemahan tersebut disertai dengan net sell asing sebesar Rp311,60 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII. Arus modal keluar yang terus berlanjut ini menambah tekanan bagi indeks domestik di tengah ketidakpastian global.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Luhut Optimis Ekonomi Tumbuh Meski Kemiskinan Naik Akibat Harga Pokok Melonjak
Polda Jabar Buka Ruang Laporan Korban Lain dalam Kasus Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung
Kepala BSKDN: Inovasi Jadi Strategi Bertahan Daerah di Tengah Tekanan Fiskal
BEI Pastikan Free Float RANS Capai 28,85 Persen, Lampaui Aturan Bursa