PARADAPOS.COM - Universiti Sains Malaysia (USM) mencatat lonjakan prestasi dengan menembus peringkat lima besar dunia dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026, dalam ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Selain itu, USM juga rutin menjalin riset dengan kampus-kampus di Indonesia, khususnya dalam isu pengentasan kemiskinan.
Kolaborasi Riset dengan Indonesia
Direktur University Sustainability Office USM, Normaliza Abdul Manaf, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Indonesia menjadi salah satu fokus utama. “Salah satu isu kolaborasi kami dengan Indonesia adalah pengentasan kemiskinan,” ujarnya di sela-sela acara GSDC 2026.
Ia menjelaskan, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras yang berkelanjutan. USM melesat dari peringkat ke-14 pada tahun 2025 menjadi peringkat ke-5 dunia tahun ini. Penilaian tersebut mencakup total 1.603 perguruan tinggi dari berbagai belahan dunia.
“USM berhasil menempatkan diri di peringkat top 5. Isu keberlanjutan sebenarnya bukan hal baru bagi kami, karena agenda ini sudah dimulai sejak tahun 2001,” jelas Normaliza.
Dominasi Global pada SDG 17
Tak hanya masuk jajaran lima besar secara keseluruhan, USM juga mempertahankan posisinya di peringkat pertama dunia untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Prestasi ini, menurut Normaliza, didorong oleh komitmen kuat dalam berbagi pengetahuan, transparansi pelaporan kemajuan SDGs, serta integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam pilar pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Keberlanjutan juga mencakup aspek sosial. Di USM, bantuan kepada masyarakat menjadi prioritas utama, seperti membantu kelompok rentan keluar dari kemiskinan melalui proyek yang menghasilkan pendapatan,” katanya.
Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Education Malaysia Global Services (EMGS), Shahrill Sabarudin, memberikan apresiasi tinggi. Ia mencatat ada dua universitas Malaysia yang masuk 10 besar dunia, yakni USM (peringkat 5) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di peringkat ke-7.
“Ini membuktikan perguruan tinggi Malaysia mampu menjawab masalah global seperti akses dan kolaborasi. USM menjadi nomor satu dunia pada pilar ke-17 yang secara khusus membahas kemitraan,” ucap Shahrill.
Pameran Pendidikan Malaysia dan Konsep 3T
Shahrill menegaskan bahwa prestasi ini memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi studi utama bagi pelajar Indonesia. Ia memperkenalkan konsep '3T' yang menjadi daya tarik utama:
- Terakui: Kualitas pendidikan diakui secara global melalui peringkat QS dan THE.
- Terjangkau: Biaya pendidikan dan biaya hidup yang kompetitif serta jarak yang dekat.
- Tetangga: Kedekatan budaya dan geografis di kawasan Nusantara yang memudahkan kolaborasi.
Shahrill juga mengajak pelajar Indonesia yang tertarik untuk datang ke event MEGA Ayo Kuliah di Malaysia. Acara ini akan berlangsung di Jakarta pada 11-12 Juli 2026 mendatang. Pihaknya membawa 26 universitas dari Malaysia, termasuk USM.
“Acara ini gratis, sehingga mahasiswa yang ingin mencari program studi dapat hadir pada tanggal tersebut,” tuturnya.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BPA Kejagung Pulihkan Kerugian Negara Rp19,6 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target
Pria Depresi Nekat Panjat Tower 52 Meter di Bandar Lampung, Dievakuasi Tim SAR Setelah Dibujuk Istri
Ali Ramadhan: Fondasi Kepemimpinan Kapolri Kokoh, Tapi Reformasi Polri Masih Panjang
Bogor Hornbills Kalah di Laga Ketiga Final IBL, Pelatih Camara Yakin Bangkit di Laga Keempat