IMO Tunda Evakuasi 11.000 Pelaut di Selat Hormuz Usai Kapal Kargo Diserang di Teluk Oman

- Jumat, 26 Juni 2026 | 03:50 WIB
IMO Tunda Evakuasi 11.000 Pelaut di Selat Hormuz Usai Kapal Kargo Diserang di Teluk Oman
PARADAPOS.COM - Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Kamis, 25 Juni 2026, memutuskan untuk menjeda sementara rencana evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang terdampar di Selat Hormuz. Keputusan ini diambil setelah sebuah kapal kargo terkena serangan proyektil di Teluk Oman, yang menyebabkan kerusakan pada anjungan kapal. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan bahwa keselamatan pelaut menjadi prioritas utama, sehingga evakuasi dihentikan sementara hingga situasi keamanan maritim di kawasan tersebut lebih jelas.

Serangan di Teluk Oman Mengubah Rencana Evakuasi

Insiden yang melibatkan kapal kargo di lepas pantai Oman itu dilaporkan oleh pusat pemantauan pelayaran Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Proyektil yang belum diketahui asalnya menghantam kapal tersebut, namun beruntung tidak ada korban jiwa atau pencemaran lingkungan yang terjadi. Meski demikian, kerusakan pada anjungan kapal cukup signifikan.

Kekhawatiran Keamanan Maritim Meningkat

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Oman telah memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan navigasi. IMO sebelumnya telah bekerja sama dengan Oman untuk merancang rencana evakuasi bagi ribuan pelaut yang terdampar. Namun, serangan terbaru ini memaksa organisasi tersebut untuk mengambil langkah hati-hati. “Saya telah menerima laporan mengenai serangan yang terjadi hari ini di Teluk Oman. Keselamatan para pelaut tetap menjadi prioritas utama,” ujar Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez melalui platform media sosial X, dikutip dari Anadolu. “Untuk memastikan pendekatan yang terkoordinasi dan keselamatan navigasi, rencana evakuasi IMO akan dijeda hingga situasi menjadi lebih jelas,” tambahnya.

Langkah Koordinasi dan Kehati-hatian

Keputusan penundaan ini diambil hanya beberapa jam setelah IMO dan Oman mengumumkan rencana evakuasi. Di tengah meningkatnya ketegangan, pendekatan yang terkoordinasi menjadi krusial. Para pengamat maritim menilai bahwa langkah ini menunjukkan keseriusan IMO dalam menjaga keselamatan pelaut tanpa mengabaikan dinamika keamanan yang berubah cepat. Dari lapangan, laporan menyebutkan bahwa kapal-kapal di sekitar lokasi insiden kini meningkatkan kewaspadaan. Otoritas setempat juga terus memantau pergerakan di perairan tersebut. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan rencana evakuasi akan dilanjutkan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar