Kemensos Bantah Tabel Desil Berdasarkan Pengeluaran yang Viral, Sebut Itu Hoaks

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:25 WIB
Kemensos Bantah Tabel Desil Berdasarkan Pengeluaran yang Viral, Sebut Itu Hoaks
PARADAPOS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi membantah kebenaran tabel desil berdasarkan pengeluaran yang belakangan ini ramai beredar di masyarakat. Melalui akun resmi Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, @pusdatinkesos, pemerintah memastikan bahwa infografis yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran rumah tangga, kondisi hunian, hingga status penerima bantuan sosial (bansos) adalah hoaks. Klarifikasi ini disampaikan pada Sabtu, 27 Juni 2027, sebagai respons atas maraknya informasi yang dinilai menyesatkan publik. “Belakangan ini beredar infografis Sistem Desil Terbaru 2026 yang mengaitkan desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, hingga status bantuan sosial. Faktanya, infografis tersebut bukan dibuat oleh Kementerian Sosial,” tulis pihak Kemensos dalam pernyataan resminya.

Klarifikasi Resmi dari Kemensos

Dalam penjelasan lebih lanjut, Kemensos menegaskan bahwa peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) telah diatur secara jelas melalui Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 22/HUK/2026. Aturan tersebut menyebutkan bahwa pengelompokan desil 1 hingga desil 10 semata-mata didasarkan pada peringkat kesejahteraan keluarga, bukan pada besaran pengeluaran per kapita per bulan. Berikut rincian pembagian desil menurut regulasi tersebut:
  • Desil 1 merupakan 10 persen kelompok kesejahteraan terbawah.
  • Desil 2 adalah 10 persen kelompok di atasnya, dan seterusnya hingga Desil 10 yang merupakan 10 persen kelompok kesejahteraan paling sejahtera.
Pihak kementerian juga menekankan bahwa DTSEN tidak dirancang untuk mengategorikan masyarakat berdasarkan nominal pengeluaran bulanan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pun tidak pernah mempublikasikan data besaran pengeluaran yang dikaitkan dengan desil. “Informasi yang mencantumkan nominal pengeluaran dan label kesejahteraan tertentu bukan merupakan informasi resmi dari Kemensos maupun BPS,” tulis akun @pusdatinkesos.

Apa Itu Desil?

Untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh, berikut adalah penjelasan mengenai kategori desil yang dirujuk dari laman resmi @pusdatinkesos. Desil merupakan kategori tingkatan finansial dalam suatu keluarga yang terdiri dari 1 hingga 10. Masing-masing tingkatan memiliki karakteristik tersendiri:
  • Desil 1 (Sangat miskin): Dikategorikan sebagai miskin ekstrem dan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menerima program bantuan.
  • Desil 2 (Miskin): Dikategorikan sebagai miskin dan termasuk sasaran utama bansos pemerintah.
  • Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok yang kondisi ekonominya mulai membaik, tetapi masih rentan mengalami kesulitan keuangan.
  • Desil 4 (Rentan Miskin): Kelompok dengan kondisi ekonomi yang cukup, namun masih rentan terdampak krisis finansial.
  • Desil 5 (Menengah Bawah): Termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah yang relatif stabil, dengan peluang menerima bantuan yang lebih terbatas dan bersifat khusus.
  • Desil 6-10: (Menengah-Sejahtera): Dikategorikan sebagai kondisi ekonomi cukup hingga sejahtera sehingga tidak menjadi prioritas bansos rutin.
Di lapangan, informasi yang keliru tentang desil kerap memicu kebingungan di kalangan warga, terutama mereka yang tengah menanti kepastian status bansos. Dengan klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada saluran resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai infografis yang tidak memiliki sumber jelas.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar