NTB Jadikan Pariwisata Berkualitas sebagai Motor Ekonomi Baru, Libatkan Semua Sektor

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:50 WIB
NTB Jadikan Pariwisata Berkualitas sebagai Motor Ekonomi Baru, Libatkan Semua Sektor
PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) resmi menjadikan pariwisata berkualitas sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini ditempuh dengan memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh sektor secara terpadu.

Pariwisata Bukan Lagi Urusan Satu Dinas Saja

Dalam pernyataannya di Mataram, Sabtu, Baiq Nelly Yuniarti menekankan bahwa pendekatan sektoral sudah tidak relevan lagi. Menurutnya, semua pihak memiliki peran penting dalam menciptakan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan. “Pariwisata bukan hanya urusan Dinas Pariwisata. Semua sektor memiliki peran penting dalam menciptakan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. Kajian internal Bappeda NTB menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan berbagai bidang. Mulai dari pertanian, kehutanan, perikanan, hingga UMKM, ekonomi kreatif, dan pengembangan sumber daya manusia. Semua itu, kata Nelly, harus berjalan seirama. Ia pun berharap seluruh OPD dapat menyelaraskan program sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Tujuannya jelas: mendukung pengembangan pariwisata berkualitas di wilayah NTB secara lebih terintegrasi. “Kawasan persawahan, hutan, pantai, serta kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang bernilai ekonomi apabila dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ekonomi NTB Tumbuh Dua Digit, Pariwisata Jadi Penopang

Optimisme ini didukung oleh data ekonomi yang cukup menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2026 mencapai 13,64 persen secara tahunan. Angka dua digit ini ditopang oleh industri pengolahan, pertambangan, dan jasa keuangan. Di sisi pariwisata, data BPS pada April 2026 menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Lombok sebanyak 8.686 orang. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 juta orang. Angka ini menjadi modal berharga bagi NTB untuk terus menggenjot sektor pariwisata.

Fokus pada Kualitas Destinasi dan SDM

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa konsep pariwisata berkualitas yang tengah dikembangkan tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Lebih dari itu, fokusnya adalah pada peningkatan kualitas destinasi, produk wisata, dan sumber daya manusia. “Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan peningkatan daya saing pariwisata NTB di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Aulia. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama agar industri pariwisata benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Destinasi Unggulan yang Jadi Andalan

Untuk menarik minat wisatawan, pemerintah NTB mengandalkan sejumlah destinasi unggulan. Beberapa di antaranya adalah wisata pendakian ke Gunung Rinjani yang legendaris, pesona hiu paus di Teluk Saleh, wisata sejarah dan budaya di Museum NTB, serta kawasan wisata olahraga di KEK Mandalika. Keempat destinasi ini diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi turis domestik maupun mancanegara.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar