Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Meski Tak Terkalahkan, Gol Dianulir VAR dan Hasil Lain Tak Berpihak

- Minggu, 28 Juni 2026 | 23:00 WIB
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Meski Tak Terkalahkan, Gol Dianulir VAR dan Hasil Lain Tak Berpihak
PARADAPOS.COM - Timnas Iran mencatatkan salah satu kisah paling pahit di Piala Dunia 2026. Meskipun tidak terkalahkan sepanjang fase grup, langkah Team Melli terhenti di babak 32 besar. Mereka tersingkir akibat kalah selisih gol setelah hasil pertandingan lain di grup berbeda tidak berpihak. Pada laga terakhir Grup G, Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Sebuah gol yang sempat diyakini sebagai penentu kelolosan harus dianulir setelah peninjauan VAR.

Pertarungan Melawan Mesir dan Gol yang Dianulir

Di pertandingan pamungkas Grup G, Iran menghadapi Mesir dengan target wajib menang. Sempat tertinggal lebih dulu, anak asuh Amir Ghalenoei menunjukkan mental baja. Mehdi Taremi gagal mengeksekusi penalti, namun semangat tim tidak lantas padam. Kesempatan akhirnya datang melalui Ramin Rezaeian. Pemain sayap itu melepaskan penyelesaian cerdas dari sudut sempit untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal habis, memaksa laga berlanjut ke masa tambahan waktu babak kedua. Harapan Iran sempat memuncak ketika Shoja Khalilzadeh mencetak gol dari kemelut di depan gawang Mesir. Para pemain dan pendukung Iran di stadion bersorak, yakin gol itu menjadi tiket ke babak 16 besar. Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat. Wasit memutuskan meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan, keputusan berubah: gol Khalilzadeh dianulir karena offside. Skor kembali menjadi 1-1, dan peluit panjang mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang.

Nasib di Tangan Tim Lain

Dengan hasil imbang tersebut, Iran finis di peringkat ketiga Grup G. Langkah mereka selanjutnya bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk menentukan peringkat ketiga terbaik yang lolos. Harapan pertama muncul saat Ghana menghadapi Kroasia. Iran membutuhkan kemenangan Ghana, tetapi Kroasia justru mencetak gol penentu pada 10 menit terakhir laga. Skenario berikutnya bergantung pada hasil Republik Demokratik Kongo. Iran berharap Kongo gagal meraih kemenangan, namun Kongo bangkit dari ketertinggalan dan sukses membalikkan keadaan pada 15 menit terakhir pertandingan. Peluang terakhir hadir pada laga Austria kontra Aljazair. Iran hanya membutuhkan salah satu tim meraih kemenangan. Saat Aljazair mencetak gol pada menit ke-93, pendukung Iran mulai merayakan peluang lolos. Namun, Austria membuyarkan harapan tersebut lewat gol penyeimbang pada menit ke-96. Pertandingan berakhir imbang, dan kepastian tersingkirnya Iran pun tak terelakkan.

Perjuangan di Luar Lapangan

Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi semakin luar biasa jika melihat berbagai hambatan yang mereka hadapi di luar lapangan. Tim asuhan Amir Ghalenoei menjalani turnamen di tengah situasi konflik negaranya dengan Amerika Serikat dan Israel. Selain itu, Iran juga menghadapi kendala logistik selama turnamen. Lokasi pemusatan latihan dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sebelum kompetisi dimulai. Pembatasan perjalanan membuat mereka hanya diizinkan memasuki Amerika Serikat sehari sebelum dua pertandingan pertama dan harus langsung kembali ke Tijuana setelah laga selesai. Aturan tersebut baru sedikit dilonggarkan menjelang pertandingan terakhir sehingga Iran bisa tiba dua hari lebih awal. Meski berhasil melewati berbagai tantangan dan mengakhiri fase grup tanpa kekalahan, kisah mereka harus berakhir pahit. Iran menjadi salah satu tim paling disayangkan di Piala Dunia 2026 karena gagal lolos ke babak gugur hanya akibat selisih gol.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar