PARADAPOS.COM - Mitsubishi memastikan generasi terbaru SUV ladder frame legendaris, Pajero, akan hadir kembali dengan membawa fitur off-road ikonik yang telah melekat sejak model pertamanya meluncur pada 1982. Pabrikan asal Jepang itu mengonfirmasi bahwa Pajero 2027 akan dibekali Multi Meter digital yang menampilkan tiga indikator virtual untuk menyajikan berbagai informasi penting saat berkendara di medan berat. Kehadiran panel instrumen digital ini sekaligus menjawab kerinduan para pencinta petualangan setelah lini Pajero sempat absen hampir lima tahun dari panggung otomotif global. Peluncuran perdana dijadwalkan antara September hingga November 2026, dengan pemasaran massal di Australia pada akhir Desember 2026, jika tidak ada kendala logistik global.
Mengembalikan Tradisi Petualangan dengan Teknologi Modern
Pada generasi terdahulu, Pajero dikenal luas memiliki instrumen khusus yang sangat diandalkan untuk melintasi medan berat. Model generasi pertama, misalnya, telah dilengkapi inclinometer atau pengukur kemiringan, indikator tegangan baterai, serta alat pengukur tekanan oli mekanis yang diletakkan di atas dasbor tengah. Kini, Mitsubishi menghidupkan kembali tradisi petualang tersebut dengan kemampuan fungsional yang jauh lebih modern dan presisi.
Layar Multi Meter digital pada Pajero generasi terbaru akan menampilkan informasi ketinggian (altitude), arah kompas, suhu luar ruangan, sudut kemiringan kendaraan (pitch), hingga distribusi torsi antara sisi kiri dan kanan kendaraan secara real time. Menurut Mitsubishi, fitur-fitur tersebut memungkinkan pengemudi memantau perubahan kondisi jalan dan dinamika kendaraan secara langsung selama perjalanan.
Keberadaan visualisasi data ini sangat krusial dalam memitigasi risiko slip atau kehilangan traksi di medan ekstrem yang sulit diprediksi secara visual biasa. Perusahaan menjelaskan sistem ini dirancang untuk membantu pengemudi saat melintasi tanjakan curam, jalan pegunungan berkelok, jalur hutan yang sempit dan berbatu, medan berbatu yang tidak rata, maupun jalan berlumpur setelah hujan deras. Informasi yang ditampilkan secara real time diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kendali pengemudi di berbagai kondisi alam yang menantang.
Persiapan Menuju Peluncuran Global
Guna menyongsong peluncuran global, Mitsubishi mulai mengintensifkan kampanye cuplikan (teaser) dari produk andalan mereka ini melalui berbagai kanal digital resmi. Pabrikan Jepang tersebut diperkirakan akan mengungkap lebih banyak detail teknik dalam beberapa pekan mendatang menjelang debut global resminya di hadapan publik.
Dokumen homologasi pemerintah Australia mengungkap Pajero baru akan tersedia dalam empat varian utama, yaitu GLX, GLS, Exceed, serta GSR sebagai kasta tertinggi. Varian GSR diperkirakan mengusung tampilan eksterior bernuansa hitam (blacked-out) yang agresif, mengikuti karakter desain yang telah sukses diterapkan pada Mitsubishi Triton dan Pajero Sport generasi sebelumnya.
Platform Kokoh dengan Sentuhan Khusus
Mitsubishi juga memastikan Pajero terbaru dibangun menggunakan platform ladder frame kokoh milik Triton. Meskipun berbagi basis platform yang sama, SUV ini akan memperoleh pengembangan teknis khusus pada desain ruang kabin serta penyetelan ulang suspensi depan dan belakang. Rekayasa engineering ini sengaja ditargetkan agar kendaraan mampu menawarkan kemampuan off-road yang tangguh sekaligus kenyamanan berkendara yang jauh lebih baik untuk kebutuhan mobilitas harian perkotaan.
Dengan kombinasi antara warisan off-road legendaris dan teknologi digital modern, Pajero generasi terbaru tampaknya siap kembali merebut hati para penggemar petualangan di seluruh dunia.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pimpin Langsung Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas
Indonesia Capai Swasembada Beras Tanpa Impor, Stok Pemerintah Tembus Rekor 5,17 Juta Ton
Iran Umumkan Pencairan Dana Rp107 Triliun yang Dibekukan di Qatar Berdasarkan Kesepakatan dengan AS
KPK Ultimatum Bupati dan Sekda Kuansing untuk Menyerahkan Diri Usai Kabur dari OTT