Lukashenko Sambut Positif Rencana Pembukaan KBRI di Minsk, Dorong Penerbangan Langsung dan Kemudahan Visa

- Kamis, 02 Juli 2026 | 08:50 WIB
Lukashenko Sambut Positif Rencana Pembukaan KBRI di Minsk, Dorong Penerbangan Langsung dan Kemudahan Visa
PARADAPOS.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyambut positif rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk. Ia menilai langkah ini akan memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong lonjakan kunjungan wisatawan. Pernyataan itu disampaikan Lukashenko dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Sambutan Hangat untuk Perwakilan Diplomatik Baru

Lukashenko menegaskan bahwa pembukaan perwakilan diplomatik Indonesia di Minsk akan menjadi tonggak baru dalam hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Ia mengaku optimistis bahwa kehadiran KBRI akan membuka babak baru kerja sama kedua negara. "Kami sangat gembira atas rencana pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Belarus. Saya yakin warga negara kami akan semakin banyak berkunjung ke Indonesia," kata Lukashenko dalam pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, masyarakat Belarus memiliki minat yang besar untuk menjelajahi Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap berbagai upaya untuk memperkuat konektivitas kedua negara dapat terus didorong. "Kami juga berharap adanya penerbangan langsung yang akan semakin memudahkan masyarakat kedua negara untuk saling berkunjung," ujar Lukashenko.

Harapan akan Kemudahan Mobilitas Warga

Selain rencana pembukaan kedutaan dan penguatan konektivitas penerbangan, Lukashenko menyoroti pentingnya kebijakan visa yang lebih longgar. Menurutnya, kemudahan mobilitas masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat, atau yang dikenal sebagai people-to-people contacts. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan. "Bagi masyarakat Belarus, Indonesia merupakan destinasi yang sangat menarik. Karena itu kami memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara," tutur Lukashenko. Dalam kesempatan yang sama, Lukashenko menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya memperluas hubungan Indonesia dan Belarus di berbagai bidang. Menurutnya, berbagai kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraannya ke Jakarta menjadi modal penting bagi penguatan hubungan bilateral pada masa mendatang.

Tujuh Nota Kesepahaman Ditandatangani

Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan Belarus turut menandatangani tujuh nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang strategis. Cakupannya meliputi industri, kebudayaan, riset ilmiah dan teknis, pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sektor jasa keuangan, kesehatan, serta standardisasi dan akreditasi. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus sendiri telah terjalin sejak 1993. Kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Jakarta merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Minsk pada 2025. Pertemuan sebelumnya itu menghasilkan penyusunan roadmap kerja sama bilateral hingga 2030.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar