Kemenpar Gencarkan Promosi ke Malaysia, Targetkan 17,6 Juta Wisman pada 2026

- Kamis, 02 Juli 2026 | 08:25 WIB
Kemenpar Gencarkan Promosi ke Malaysia, Targetkan 17,6 Juta Wisman pada 2026
PARADAPOS.COM - Kementerian Pariwisata Indonesia menggelar promosi pariwisata di Malaysia melalui kegiatan Wonderful Indonesia Sales Mission pada pertengahan Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencapai target 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2026. Pasar Malaysia dipilih karena secara konsisten menjadi salah satu penyumbang utama kunjungan ke Indonesia.

Dua Kota Strategis Jadi Sasaran Promosi

Kegiatan promosi dan pemasaran ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda di Malaysia. Seremban, ibu kota Negeri Sembilan, menjadi tuan rumah pada 18 Juni 2026, disusul Kuala Lumpur sehari setelahnya, pada 19 Juni 2026. Pemilihan kedua kota ini bukan tanpa alasan. Negeri Sembilan memiliki kedekatan historis dan budaya yang kuat dengan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat. Sementara Kuala Lumpur, sebagai pusat bisnis dan wilayah persekutuan, menjadi magnet bagi masyarakat perkotaan Malaysia. Mengusung tema kampanye "Wonderful Indonesia - Go Beyond Ordinary", misi penjualan ini dirancang untuk memperkuat posisi pariwisata Indonesia di pasar Malaysia. Fokus utama promosi kali ini adalah memperkenalkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 5 Destinasi Pariwisata Regeneratif. Destinasi-destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berkualitas.

Target Lebih dari Sekadar Jumlah Kunjungan

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan. "Melalui kegiatan ini, Kemenpar RI tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga membidik perluasan sebaran destinasi yang dikunjungi, perpanjangan durasi masa tinggal (length of stay), serta peningkatan jumlah pengeluaran wisman asal Malaysia selama berada di Indonesia," jelasnya dalam keterangan yang dikutip pada Kamis, 2 Juli 2026.

Sinergi Antarlembaga untuk Konektivitas

Dalam agenda promosi tahun ini, Kemenpar memperkuat sinergi antarlembaga dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai mitra kolaborator utama. Keterlibatan BUMN perkeretaapian ini menjadi langkah penting dalam menyajikan solusi konektivitas dan aksesibilitas modern bagi para wisatawan. Melalui kolaborasi ini, para pelancong dari Malaysia diharapkan dapat menikmati integrasi perjalanan yang mulus, nyaman, dan aman saat mengeksplorasi berbagai destinasi di pulau Jawa dan wilayah Indonesia lainnya. Pengalaman naik kereta api sendiri diharapkan menjadi atraksi yang menarik dalam perjalanan wisata mereka. Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI (Persero) Rafli Yandra menyampaikan dukungan penuh perusahaannya terhadap kegiatan ini. "PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung penuh Wonderful Indonesia Sales Mission Malaysia 2026 sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional," ujarnya. Ia menambahkan, melalui layanan kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai destinasi wisata unggulan, KAI siap menjadi bagian dari ekosistem pariwisata nasional. "Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi wisatawan mancanegara, khususnya warga Malaysia," lanjutnya.

Rangkaian Acara dan Partisipasi Pelaku Industri

Sejumlah rangkaian acara utama digelar dalam Sales Mission Malaysia 2026. Pertama, Table Top Business Meeting, yaitu sesi pertemuan bisnis intensif yang mempertemukan sellers dari Indonesia dan buyers dari Malaysia. Kedua, Product Presentation oleh PT KAI (Persero) yang memaparkan inovasi layanan, rute strategis, serta kemudahan pemesanan paket wisata berbasis kereta api. Ketiga, Networking Session yang menjadi ajang untuk membangun relasi dan mempererat kolaborasi jangka panjang antara pelaku industri pariwisata kedua negara. Dalam pelaksanaannya, Kemenpar RI memboyong sekitar 25 pelaku industri pariwisata Indonesia. Mereka terdiri dari perwakilan biro perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, hingga mitra industri terkait. Delegasi Indonesia ini kemudian dipertemukan secara langsung dengan sekitar 70 pelaku industri pariwisata profesional Malaysia yang berasal dari wilayah Negeri Sembilan, Melaka, dan Kuala Lumpur. Kemenpar berharap melalui sinergi yang terbangun bersama PT KAI (Persero) dan para pelaku industri, hubungan bilateral di sektor pariwisata antara Indonesia dan Malaysia akan semakin erat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan kebangkitan ekonomi nasional.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar