Harita Nickel Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Kinerja Berkat Pendapatan Ekspor Dolar AS

- Jumat, 03 Juli 2026 | 13:25 WIB
Harita Nickel Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Kinerja Berkat Pendapatan Ekspor Dolar AS
PARADAPOS.COM - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang dikenal luas sebagai Harita Nickel, memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu kinerja keuangan perusahaan. Manajemen menjelaskan bahwa sebagian besar pendapatan, khususnya dari segmen pengolahan nikel, berasal dari ekspor yang seluruhnya menggunakan mata uang dolar AS. Dengan demikian, fluktuasi nilai tukar justru memberikan perlindungan alami bagi bisnis perseroan.

Pendapatan Ekspor Jadi Benteng Alami

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada Jumat (3/7/2026), manajemen NCKL mengungkapkan bahwa pendapatan dari segmen pengolahan nikel sepenuhnya berasal dari kegiatan ekspor. Seluruh hasil penjualan tersebut diterima dalam mata uang dolar AS. "Pendapatan Perseroan dari segmen pengolahan nikel secara keseluruhan berasal dari kegiatan ekspor, dengan hasil penjualan yang dilakukan dalam mata uang USD," tulis manajemen dalam pernyataan resminya. Kondisi berbeda terjadi di segmen penambangan nikel. Meskipun pembayaran penjualan dari segmen ini diterima dalam rupiah, harga jual bijih nikel tetap mengacu pada dolar AS. Artinya, fluktuasi mata uang tidak serta-merta menekan margin perusahaan.

Mekanisme Harga yang Melindungi

Manajemen lebih lanjut memaparkan bahwa harga jual bijih nikel mengacu pada Harga Patokan Mineral (HPM). Perhitungan HPM sendiri didasarkan pada harga nikel di London Metal Exchange (LME). Nilai acuan ini kemudian dikonversi ke dalam rupiah saat transaksi berlangsung. Dengan mekanisme seperti ini, tekanan dari pelemahan rupiah bisa diminimalkan. Sebaliknya, eksposur pendapatan yang berbasis dolar membuat perseroan relatif terlindungi dari gejolak nilai tukar. "Oleh karena itu, secara keseluruhan penguatan nilai tukar USD tidak memberikan dampak negatif bagi Perseroan," ujar manajemen.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Di tengah ketidakpastian nilai tukar, Harita Nickel tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun. Angka ini melonjak 63,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,65 triliun. Namun, pendapatan perusahaan justru mengalami penurunan tipis. Tercatat, pendapatan turun 4,5 persen menjadi Rp6,81 triliun dari sebelumnya Rp7,12 triliun. Penurunan ini menunjukkan bahwa efisiensi dan struktur pendapatan berbasis dolar menjadi faktor kunci di balik lonjakan laba bersih yang signifikan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar