PARADAPOS.COM - Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madura, Jawa Timur, berhasil menyambungkan aliran listrik ke 22.676 pelanggan baru yang tersebar di seluruh Pulau Madura, mulai dari wilayah daratan hingga kepulauan terluar. Angka ini, menurut pihak PLN, menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Garam tersebut.
Rincian Pelanggan Baru di Empat Kabupaten
Dari total 22.676 pelanggan baru tersebut, distribusinya terbagi ke dalam lima golongan tarif. Golongan rumah tangga mendominasi dengan jumlah 15.995 pelanggan. Disusul oleh tarif bisnis sebanyak 3.593 pelanggan, tarif sosial yang mencakup tempat ibadah dan lembaga pendidikan sebanyak 1.623 pelanggan, tarif industri sebanyak 1.432 pelanggan, dan tarif publik dengan 33 pelanggan.
Menariknya, dari 15.995 pelanggan rumah tangga itu, sebanyak 13.150 di antaranya merupakan pelanggan bersubsidi yang tepat sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa akses listrik kini semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sinyal Kuat Geliat Ekonomi Masyarakat
Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Madura, Abd Ghafur, menyampaikan hal ini di Pamekasan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
"Pertumbuhan pelanggan baru PLN di Pulau Madura ini juga bisa menjadi sinyal kuat akan geliat ekonomi masyarakat di Pulau Garam ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ghafur menjelaskan bahwa penambahan pelanggan listrik tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi, tetapi juga perkembangan sektor usaha dan industri di Madura. Dari total pelanggan baru, sebanyak 5.025 pelanggan berasal dari sektor ekonomi. Rinciannya, 3.593 pelanggan melakukan penyambungan dengan tarif bisnis dan 1.432 pelanggan lainnya dengan tarif industri.
"Sebab, dari total 22.676 pelanggan baru ini, sebanyak 5.025 di antaranya tercatat sebagai pelanggan tarif ekonomi dan industri," ujarnya.
Listrik untuk Koperasi Desa Merah Putih
Tak hanya melayani pelanggan perorangan, PLN UP3 Madura juga telah menyambungkan listrik ke 206 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur ekonomi di tingkat desa.
"Koperasi yang sudah mendapatkan sambungan aliran listrik ini yang pembangunannya telah selesai dan siap beroperasi," tutup Ghafur.
Dengan realisasi ini, diharapkan roda perekonomian di Pulau Madura semakin berputar kencang, didukung oleh ketersediaan energi listrik yang merata hingga ke pelosok.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KAI Layani 258,99 Juta Pelanggan Sepanjang Semester I 2026, Naik 7,55 Persen
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Anak ke PN Jaksel, Klaim Sulit Bertemu Thalia dan Thania
Kemenhaj Gelar Rakernas Haji 2026 Bernuansa Militer, Peserta Berbaris dalam Formasi Kompi
PVMBG Naikkan Status Gunung Anak Krakatau ke Level Siaga, Radius 3 Kilometer dari Kawah Dilarang