PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat kembali melontarkan pernyataan yang memicu perdebatan terkait Iran, kali ini secara terbuka meremehkan kapabilitas militer negara tersebut. Dalam keterangan pers di Gedung Putih pada Selasa, 5 Mei 2026, ia menyebut kekuatan militer Iran telah melemah drastis dan bahkan menyindir bahwa mereka hanya mampu menggunakan “senjata mainan”. Meski demikian, ia menilai Iran diam-diam menginginkan kesepakatan dengan AS, meskipun di depan publik masih menunjukkan sikap keras.
Sindiran di Gedung Putih
Suasana di ruang briefing Gedung Putih terasa tegang saat Presiden AS melontarkan pernyataan tersebut. Dengan nada meremehkan, ia menggambarkan kondisi militer Iran yang menurutnya sudah tidak lagi menjadi ancaman berarti. “Mereka bermain-main, tetapi izinkan saya memberi tahu Anda, mereka ingin membuat kesepakatan. Dan siapa yang tidak mau, ketika militer Anda benar-benar hancur?” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan di hadapan para wartawan yang meliput agenda harian kepresidenan. Ia tampak percaya diri saat membahas tekanan yang diterapkan pemerintahannya terhadap Teheran.
Blokade yang Diklaim Efektif
Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS juga memuji kebijakan blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia mengklaim strategi tersebut berjalan sangat efektif dalam menekan perekonomian dan militer Iran.
“Ini seperti sepotong baja. Tidak ada yang akan menantang blokade tersebut. Dan saya pikir itu berjalan dengan sangat baik,” katanya sambil menekankan bahwa tidak ada negara lain yang berani menentang kebijakan tersebut.
Blokade ini, menurut pengamat, merupakan bagian dari strategi tekanan maksimum yang telah lama diterapkan Washington terhadap Teheran. Efektivitasnya memang masih diperdebatkan, namun pernyataan presiden menunjukkan keyakinan penuh atas keberhasilannya.
Sinyal Respons Tegas
Saat ditanya mengenai kemungkinan Iran melanggar gencatan senjata, Presiden AS memberi sinyal bahwa negaranya siap merespons dengan tegas. Ia menegaskan bahwa Iran sebenarnya sudah mengetahui batas-batas yang tidak boleh dilanggar.
“Jika ini adalah pertempuran, mereka akan menghentikannya,” kata Trump, menekankan bahwa Iran seharusnya mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara. Meskipun ada isyarat diplomatik dari kedua belah pihak, retorika di panggung publik masih menunjukkan jarak yang cukup lebar.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala Angkatan Udara Israel yang Baru Siap Kerahkan Seluruh Armada Jet Tempur ke Iran Jika Diperlukan
Dua Kapal Kargo AS Terdampar di Perairan Berbatu Selat Hormuz Usai Nekat Terobos Otoritas Iran
Penembakan di Dekat National Mall Picu Lockdown Gedung Putih, Pelaku Dilumpuhkan Secret Service
Bentrokan Bersenjata AS-Iran di Selat Hormuz, Enam Kapal Militer Iran Hancur