PARADAPOS.COM - Tim gabungan Kepolisian terus memburu 11 tahanan Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, yang kabur dari sel tahanan pada awal pekan ini. Memasuki hari kedua pencarian, sebanyak lima orang telah berhasil diamankan kembali, sementara enam lainnya masih dalam pengejaran. Para tahanan yang tertangkap ditemukan bersembunyi di kawasan hutan dan perbukitan, namun akhirnya menyerah karena kehabisan logistik dan terus terdeteksi petugas.
Pengejaran di Medan Berat
Lima tahanan yang berhasil ditangkap sempat bertahan selama dua hari di area hutan dan perbukitan Kolaka Utara. Kondisi fisik yang terus melemah akibat kekurangan makanan, ditambah dengan posisi mereka yang terus terpantau oleh aparat, memaksa mereka keluar dari persembunyian. Beberapa di antaranya tertangkap saat mencoba turun ke pemukiman warga. Satu orang bahkan memilih menyerahkan diri secara sukarela setelah merasa terkepung oleh aparat gabungan.
Meskipun sempat terjadi aksi kejar-kejar di lapangan, petugas mengamankan para tahanan tanpa kendala berarti. Suasana di lokasi pencarian digambarkan cukup menegangkan, mengingat medan yang terjal dan minim penerangan di malam hari.
Konfirmasi dari Kapolres
Kapolres Kolaka Utara, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, membenarkan perkembangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa satu tahanan terakhir dari kelompok yang sudah tertangkap diamankan pada malam hari berkat kerja sama pihak keluarga.
"Kami berhasil mengamankan lima tahanan, di mana tahanan terakhir yang berhasil kami amankan adalah tadi malam. Pihak keluarga beserta dengan tahanan menyerahkan diri," ujar AKBP Ritman dalam program Primetime News Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa operasi pencarian belum berakhir. Petugas masih terus bekerja di lapangan.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pencarian, tersisa masih ada enam orang. Bersama dengan tim, kami melakukan pencarian di lokasi yang sudah kami yakini bahwa para tahanan masih berada di dalam (hutan)," tambahnya.
Modus Pelarian yang Nekat
Aksi kaburnya 11 tahanan ini sempat menghebohkan publik. Mereka diketahui berhasil keluar dari ruang tahanan dengan cara yang cukup berani. Diduga, para tahanan membobol jeruji ventilasi kamar sel menggunakan gergaji besi.
Setelah berhasil keluar dari sel, mereka memanjat tembok menggunakan selang air. Untuk menuruni dinding luar Mapolres, mereka menggunakan sarung sebagai alat bantu. Saat ini, polisi terus melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis guna mempersempit ruang gerak enam tahanan yang masih buron.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun