PARADAPOS.COM - Bencana hidrometeorologi basah melanda Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada akhir pekan lalu. Banjir dan angin kencang yang terjadi secara berturut-turut pada Jumat dan Sabtu, 3-4 Juli 2026, berdampak pada puluhan kepala keluarga (KK). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 42 KK atau 162 jiwa terdampak oleh kedua peristiwa tersebut, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Banjir dan Angin Kencang Terjang Dua Wilayah Berbeda
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu dinihari. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir mulai menggenangi Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada pukul 04.35 WIB.
"Banjir melanda Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu, 4 Juli, pukul 04.35 WIB," ujar Abdul dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menambahkan, peristiwa itu berdampak pada 27 KK atau setara dengan 108 jiwa. Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Tim tersebut bertugas melakukan kaji cepat, memantau kondisi di lapangan, serta memonitor perkembangan debit air secara berkala.
"Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut pada hari yang sama," imbuh Abdul.
Sementara itu, sehari sebelumnya, angin kencang telah lebih dulu menyapu sejumlah desa di wilayah yang sama. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026. Berdasarkan data BNPB, angin kencang menerjang Desa Salam Tani, Hulu, Lama, Namo Rih, Namo Bintang, dan Pertampilen.
"Kejadian tersebut berdampak pada 15 KK atau 54 jiwa. Selain itu, delapan unit rumah mengalami rusak ringan dan tujuh unit lainnya rusak sedang," jelas Abdul.
Penanganan di Lapangan dan Kondisi Terkini
Di lokasi kejadian, petugas dari BPBD Kabupaten Deli Serdang langsung turun tangan. Tim Reaksi Cepat dikerahkan tidak hanya untuk melakukan asesmen, tetapi juga membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang roboh akibat terjangan angin. Suasana di lapangan berangsur tenang setelah tim bekerja membersihkan material bangunan yang berserakan di pemukiman.
Hingga saat ini, kondisi di seluruh lokasi terdampak dilaporkan telah berangsur kondusif. Masyarakat yang sempat mengungsi atau menjauh dari rumahnya masing-masing kini telah kembali menempati kediaman mereka. Pemerintah daerah setempat masih terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun