PARADAPOS.COM - Jakarta, sebuah pengalaman pahit kerap menjadi guru terbaik. Bagi banyak keluarga Indonesia, guncangan finansial justru datang bukan dari krisis ekonomi, melainkan dari pintu rumah sakit. Fenomena likuidasi aset—mulai dari kendaraan, tabungan jangka panjang, hingga properti—masih jamak terjadi hanya untuk menutupi biaya pengobatan yang membengkak. Tanpa manajemen risiko yang memadai, akumulasi aset dan investasi yang dibangun bertahun-tahun bisa tergerus dalam sekejap akibat satu guncangan risiko kesehatan. Realitas ini mendorong sebagian orang untuk mengambil langkah preventif, seperti yang dialami oleh seorang nasabah bernama Ronald.
Ketika Tagihan Rumah Sakit Menembus Ratusan Juta
Berkaca dari pengalaman kerabatnya yang nyaris kolaps secara finansial karena absennya proteksi, Ronald memutuskan untuk tidak menunggu hingga terlambat. Pada 2019, ia mendaftarkan anaknya sebagai peserta Prudential Syariah. Langkah awal itu kemudian diperluas untuk mencakup perlindungan bagi dirinya dan sang istri. Keputusan ini terbukti krusial saat pandemi COVID-19 melanda.
Saat varian Delta merebak, Ronald terpapar dengan gejala berat. Ia harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama hampir dua minggu. Total tagihan rumah sakit saat itu menembus angka Rp500 juta.
"Awalnya istri saya sempat panik dan khawatir memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, bahkan sampai terpikir untuk menjual aset. Untungnya, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan. Kami sangat lega dan saya bisa fokus pada pemulihan," ungkap Ronald.
Dua Kali Krisis, Dua Kali Tertangani
Risiko kesehatan kembali menghampiri Ronald pada 2022. Saat sedang dalam perjalanan dinas, ia mendadak mengalami gejala akut yang berujung pada tindakan operasi darurat akibat pecah empedu di Jakarta. Prosedur medis tersebut memakan biaya sekitar Rp150 juta. Lagi-lagi, melalui mekanisme klaim yang lancar, seluruh biaya ditanggung penuh oleh perusahaan sesuai ketentuan polis.
Dari pengalaman ini, Ronald menekankan bahwa kelancaran proses klaim tidak hanya bergantung pada pemahaman ketentuan polis. Peran aktif tenaga pemasar, atau agen, juga menjadi faktor penentu. Selain membantu birokrasi administrasi rumah sakit, agen bertindak sebagai penasihat yang memberikan kepastian di tengah situasi krisis.
Gotong Royong Lewat Dana Tabarru
Secara fundamental, proteksi yang dirasakan Ronald berbasis pada konsep Dana Tabarru’ dalam asuransi syariah. Ini adalah instrumen berbasis gotong-royong (ta’awun) antar-peserta untuk saling menanggung risiko. Dalam ekosistem ini, perusahaan bertindak sebagai pengelola amanah—semacam manajer investasi dan risiko—yang memastikan penyaluran klaim tepat sasaran dan patuh syariah.
Vivin Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas finansial nasabah lewat prinsip saling melindungi. Menurutnya, melalui prinsip ta’awun, proteksi bukan hanya menjadi ikhtiar finansial, tetapi juga wujud kepedulian yang menghadirkan ketenangan jiwa bagi masa depan keluarga.
“Didukung oleh 67 ribu tenaga pemasar di seluruh Indonesia, kami berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga Indonesia,” ujar Vivin.
Komitmen tersebut tercermin dari indikator kinerja keuangan perusahaan. Sejak beroperasi sebagai entitas mandiri pada 2022 hingga 2025, Prudential Syariah tercatat telah membayarkan total klaim dan santunan sebesar Rp8,5 triliun kepada lebih dari 300 ribu peserta. Angka ini merefleksikan kapasitas solvabilitas dan likuiditas perusahaan yang kuat dalam merespons risiko proteksi makro.
Sebagai penutup, Ronald mengingatkan bahwa proteksi kesehatan harus dipandang sebagai komponen investasi wajib, bukan sekadar beban pengeluaran.
"Proteksi kesehatan berfungsi sebagai sabuk pengaman bagi finansial kita. Bersiap dari sekarang lewat proteksi bukan karena kita cemas, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk mengamankan aset keluarga dan memastikan ketenangan bersama," pungkasnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Bunuh dan Perkosa Wanita di Probolinggo Ternyata Incar Sepeda Motor Korban
Black Sherpa Jual 4.000 Tenda, Pendiri Lepas 15% Saham demi Bangun Pabrik Tenda Lokal
Presiden Mesir Tegaskan Tak Akan Normalisasi dengan Israel Sebelum Negara Palestina Berdiri
Meksiko vs Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Live Streaming FolaPlay dan MAXStream