PARADAPOS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa sebanyak 232 jiwa yang sempat mengungsi akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, telah kembali ke rumah masing-masing pada Minggu (5/7/2026) pagi. Saat ini, masih tersisa 15 jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka berada di zona paling dekat dengan titik api dan dinilai belum aman. Kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6) itu masih menyisakan 60 persen area yang terbakar, sementara upaya pemadaman terus digencarkan dengan tambahan armada helikopter water bombing.
Suasana di Kantor Desa Tanjakan Mekar, yang sempat menjadi tempat penampungan, mulai lengang. Para pengungsi berangsur kembali ke rumah mereka setelah mendapat kepastian bahwa kondisi di sekitar pemukiman mulai terkendali. Namun, tidak semua warga bisa pulang. Sebanyak 15 jiwa masih harus menunggu hingga area terdekat dengan TPA benar-benar dinyatakan aman.
"232 jiwa tadi malam mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar, tadi pagi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sisa 15 orang," kata Abdul Muhari saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).
Menurut Muhari, kelima belas orang tersebut mayoritas adalah warga yang rumahnya berdiri persis di bibir area terdampak. Posisi geografis itu membuat mereka rentan terhadap potensi perluasan api atau ledakan gas metana dari tumpukan sampah. Oleh karena itu, BNPB memutuskan untuk tetap mempertahankan posko pengungsian bagi mereka.
Hingga saat ini, BNPB masih mengalirkan bantuan logistik secara bertahap. Kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan siap saji, dan masker terus didistribusikan untuk mengurangi dampak asap yang masih pekat di sekitar lokasi.
"BNPB tetap mendukung logistik pengungsi sesuai kebutuhan di lapangan, per tadi pagi 40% daerah terbakar sudah bisa dipadamkan dan masuk fase pendinginan, kita harapkan hasil operasi pemadaman hari ini sudah bisa menekan sisa 60% yang masih terbakar untuk mengurangi asap," ucapnya.
Muhari menjelaskan bahwa tim pemadam masih berjibaku dengan api yang menjalar di bawah permukaan tumpukan sampah. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus karena api cenderung membara di dalam dan sulit dijangkau dengan pemadaman konvensional dari udara. Fase pendinginan pun menjadi krusial agar titik-titik panas tidak kembali menyala.
"(15 jiwa belum kembali ke rumah) Iya, rumah mereka paling dekat dengan lokasi TPA," jelasnya.
Tambahan Water Bombing
Untuk mempercepat proses pemadaman, BNPB telah mengerahkan dua helikopter water bombing sejak hari pertama. Namun, melihat luasnya area yang terbakar—sekitar 15 hektare—jumlah itu dinilai belum mencukupi. Oleh karena itu, dua unit helikopter tambahan akan segera dikerahkan.
"BNPB akan menambah dua unit heli water bombing, sehingga total menjadi empat unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman," ungkapnya.
Penambahan armada ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran api yang masih melahap lebih dari separuh kawasan TPA. Dengan empat helikopter yang beroperasi secara simultan, volume air yang dijatuhkan ke titik-titik api bisa ditingkatkan secara signifikan.
Sementara itu, opsi operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan masih belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Kondisi atmosfer di wilayah Tangerang dan sekitarnya dinilai belum mendukung karena minimnya awan hujan yang memadai.
"Operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan untuk dilakukan hingga tujuh hari ke depan dikarenakan tidak adanya awan hujan yang memadai. Meskipun demikian BNPB tetap menyiagakan satu unit pesawat OMC yang siap untuk beroperasi jika awan hujan tersedia," tuturnya.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6) dan hingga kini belum sepenuhnya padam. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat mengingat luasnya area yang terbakar serta dampak asap yang mengganggu warga di sekitar lokasi. Total luasan wilayah TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare, menjadikannya salah satu kebakaran TPA terbesar di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,670 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
IHSG Dibuka Menguat 0,80 Persen ke 5.922,88, Optimisme Investor Dorong Bursa Asia
Rupiah Melemah ke Rp17.992 per Dolar AS Jelang Rapat The Fed
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 46,9 pada Juni 2026, Sektor Industri Resmi Masuk Zona Kontraksi