Ibu Hamil 8 Bulan Tewas Kena Peluru Nyasar di Intan Jaya, Warga Protes Situasi Keamanan

- Minggu, 05 Juli 2026 | 18:00 WIB
Ibu Hamil 8 Bulan Tewas Kena Peluru Nyasar di Intan Jaya, Warga Protes Situasi Keamanan

PARADAPOS.COM - Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, setelah seorang ibu hamil delapan bulan, Melkina Duwitau, tewas terkena peluru nyasar di rumahnya di Kampung Wandoga. Peristiwa tragis ini tidak hanya memicu simpati luas dari masyarakat, tetapi juga menambah panjang catatan kelam kekerasan bersenjata di wilayah tersebut. Jumat lalu, warga menggelar penghormatan terakhir sejak prosesi pemulangan jenazah dari rumah sakit hingga tiba di rumah duka. Aksi tersebut menjadi simbol duka cita sekaligus protes atas situasi keamanan yang masih rawan.

Kronologi dan Temuan di Lapangan

Peristiwa nahas itu terjadi saat Melkina berada di kediamannya. Sebuah peluru nyasar menembus tubuhnya, memaksanya menjalani operasi darurat. Namun, upaya medis yang dilakukan tak mampu menyelamatkan nyawa ibu dan calon bayinya. Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan, Komnas HAM menemukan fakta mencengangkan: setidaknya enam peluru bersarang di rumah korban. Temuan ini mengindikasikan intensitas tembakan yang terjadi di lokasi kejadian.

Koops TNI Habema, melalui keterangan resminya, menyatakan bahwa peluru yang menewaskan Melkina berasal dari tembakan yang dilepaskan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pernyataan ini menjadi salah satu titik terang dalam penyelidikan, meskipun masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai keamanan warga sipil di daerah konflik.

Penghormatan Terakhir yang Sarat Makna

Pemandangan haru terlihat saat iring-iringan jenazah Melkina bergerak dari rumah sakit menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Warga dari berbagai kalangan berjejer di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir. Bukan sekadar bentuk belasungkawa, kehadiran mereka adalah suara hati yang keras terhadap situasi keamanan yang tak kunjung membaik.

"Ini adalah bentuk protes kami. Kami lelah dengan ketakutan yang terus menghantui," ujar seorang warga setempat dengan nada lirih, menggambarkan keprihatinan yang mendalam atas rentetan kekerasan yang terjadi.

Catatan Kelam Kekerasan di Intan Jaya

Kasus yang menimpa Melkina Duwitau bukanlah yang pertama. Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden penembakan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Setiap kejadian meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan trauma kolektif bagi masyarakat yang hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian. Situasi ini menuntut perhatian serius dari semua pihak untuk memastikan keselamatan warga sipil dan mengurai akar konflik yang berkepanjangan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar