Djokovic Kalahkan Safiullin di Wimbledon 2026, Pecahkan Rekor Kemenangan Federer

- Minggu, 05 Juli 2026 | 18:25 WIB
Djokovic Kalahkan Safiullin di Wimbledon 2026, Pecahkan Rekor Kemenangan Federer
PARADAPOS.COM - Novak Djokovic melangkah ke babak perempat final Wimbledon 2026 setelah menundukkan Roman Safiullin dalam pertandingan sengit empat set, Minggu (10/7). Kemenangan 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 di All England Club itu sekaligus mengantarkan petenis Serbia berusia 39 tahun tersebut memecahkan rekor Roger Federer sebagai pemain putra dengan kemenangan terbanyak di turnamen Grand Slam lapangan rumput, yakni 106 kemenangan. Pertandingan berlangsung selama tiga jam 26 menit di lapangan pusat yang diselimuti awan tebal khas London.

Melampaui Legenda, Menatap Sejarah

Dengan torehan ini, Djokovic kini hanya berada di bawah legenda tenis putri Martina Navratilova dalam daftar pengoleksi kemenangan terbanyak di Wimbledon. Navratilova masih memegang rekor dengan 120 kemenangan. Bagi Djokovic, pencapaian ini bukan sekadar angka—ia melewati catatan 105 kemenangan yang selama ini dipegang Federer, nama yang identik dengan keanggunan di rumput Wimbledon. “Ini kemenangan yang diraih dengan perjuangan keras. Roman memulai pertandingan dengan sangat baik dan bermain sangat agresif,” ungkap Djokovic dalam konferensi pers usai laga, dikutip dari ATP. Ia melanjutkan, “Saya tidak merasa terlalu nyaman dari baseline. Saya tahu akan sulit bertahan dalam reli panjang melawannya. Dia pemain yang sangat solid dan pantas bangga dengan penampilannya hari ini.”

Perlawanan Sengit dari Pemain Kualifikasi

Safiullin, yang datang ke turnamen tanpa kemenangan di level tur sepanjang musim 2026, tampil jauh dari ekspektasi sebagai pemain kualifikasi. Mantan petenis peringkat 36 dunia itu justru menjadi mimpi buruk bagi Djokovic di awal pertandingan. Pada set pembuka, ia sempat memimpin 5-2 dan membuat Djokovic harus menyelamatkan dua set point sebelum memaksakan tie-break. Set pertama akhirnya jatuh ke tangan Djokovic setelah Safiullin melakukan kesalahan dalam reli backhand yang kritis. Memasuki set kedua, Djokovic meningkatkan intensitas. Ia berhasil melakukan break pada gim keenam setelah melalui reli pengembalian servis yang berlangsung sekitar 10 menit. Keunggulan dua set sudah di tangan. Namun, Safiullin belum menyerah. Ia sempat meminta perawatan medis karena masalah pada pinggul saat set ketiga. Setelah kembali ke lapangan, petenis Rusia itu bangkit dan merebut set tersebut, memperpanjang pertandingan ke set keempat. “Saya jarang merasa kalah dalam permainan dari baseline melawan banyak pemain. Hari ini adalah salah satu hari ketika saya tidak ingin terlalu lama berada dalam reli sehingga saya mencoba variasi permainan,” jelas Djokovic. “Ada yang berhasil, ada yang tidak. Pada akhirnya akurasi dan presisi servis pertama menjadi kunci saya keluar dari tekanan,” tuturnya menambahkan.

Langkah Berikutnya: Jalan Terjal Menuju Final

Pada set keempat, Djokovic kembali tampil agresif dan mampu mengendalikan permainan. Ia menutup pertandingan dengan servis pertama yang akurat, sebuah senjata yang menurutnya menjadi pembeda di momen-momen krusial. Selanjutnya, Djokovic akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dan unggulan ke-22 Alejandro Davidovich Fokina pada babak perempat final. Jika kembali meraih kemenangan, petenis yang sudah mengoleksi 24 gelar Grand Slam itu berpeluang bertemu petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan Jannik Sinner pada semifinal. Sinner sendiri yang menghentikan langkah Djokovic pada semifinal Wimbledon tahun lalu, membuat pertemuan ulang ini menjadi salah satu narasi yang paling dinantikan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar