IHSG Dibuka Menguat 0,80 Persen ke 5.922,88, Optimisme Investor Dorong Bursa Asia

- Senin, 06 Juli 2026 | 03:00 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,80 Persen ke 5.922,88, Optimisme Investor Dorong Bursa Asia
PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pekan ini dengan tren positif. Pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat naik 47,10 poin atau 0,80 persen ke level 5.922,88. Penguatan ini terjadi di tengah mayoritas bursa Asia yang menghijau, didorong oleh optimisme investor terhadap prospek ekonomi regional serta kondisi pasar global yang relatif kondusif.

Bursa Asia Kompak Menguat, Nikkei dan KOSPI Justru Tertekan

Di kawasan Asia, indeks SET Thailand memimpin penguatan dengan melonjak 1,11 persen ke level 1.611,28. Hang Seng Hong Kong juga tak kalah impresif, menguat 0,77 persen menjadi 23.529,00. PSEi Filipina ikut menanjak 0,74 persen ke level 6.233,70, sementara indeks VNI Vietnam naik 0,57 persen ke posisi 1.872,67. FTSE Bursa Malaysia KLCI mencatat kenaikan tipis 0,20 persen menjadi 1.682,38. Shanghai Composite di Tiongkok bergerak positif meski hanya naik 0,06 persen ke level 4.046,13. Suasana di lantai bursa pagi itu tampak semarak, dengan mayoritas indeks regional berpendar hijau. Namun, tidak semua pasar Asia sejalan. Indeks Nikkei 225 Jepang justru terkoreksi cukup dalam, turun 0,94 persen ke level 69.087,00. Lebih parah lagi, KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan setelah melemah 1,45 persen ke level 7.971,44. Dua indeks ini menjadi pengecualian di tengah gelombang optimisme yang melanda Asia.

Pasar Global Stabil, Obligasi Pemerintah Makin Diminati

Sentimen positif di Asia sejalan dengan pergerakan pasar global yang relatif tenang. Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones dan S&P 500 masih bergerak stabil, masing-masing di level 52.900,07 dan 7.483,24. Sementara itu, FTSE 100 Inggris menguat 0,25 persen menjadi 10.679,03. Volatilitas yang mereda turut menopang kepercayaan investor. Dari pasar obligasi, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara Indonesia tenor 10 tahun turun menjadi 7,14 persen dari sebelumnya 7,16 persen. Penurunan ini mengindikasikan meningkatnya permintaan investor terhadap obligasi pemerintah. Pelaku pasar tampak mulai melirik aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian global yang perlahan mereda. Premi risiko Indonesia yang tercermin dari Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun relatif stabil di level 89,94 basis poin. Tingkat kecemasan pelaku pasar global juga cenderung menurun. Hal itu tercermin dari indeks volatilitas CBOE (VIX) yang turun 2,11 persen ke level 15,81. Angka ini menunjukkan bahwa kekhawatiran akan gejolak pasar semakin berkurang.

Emas Melonjak, Minyak Stabil, CPO dan Batu Bara Melemah

Di pasar komoditas, harga emas melonjak 1,32 persen menjadi 4.176,94. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset lindung nilai masih kuat, seiring investor yang tetap waspada terhadap risiko global. Logam industri juga mencatat penguatan signifikan. Harga timah naik 3,38 persen, nikel bertambah 1,05 persen, perak menguat 2,46 persen, dan tembaga naik 0,22 persen. Sementara itu, harga minyak dunia bergerak stabil di level USD68,69 per barel. Pergerakan ini relatif datar dibandingkan komoditas lainnya. Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) justru turun tipis 0,13 persen menjadi 4.439. Batu bara Newcastle kontrak Juli juga melemah 0,23 persen ke level 128,80. Pasar komoditas pagi itu menunjukkan pergerakan yang beragam, mencerminkan sentimen investor yang selektif.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar