Kapolda Metro Jaya: Stabilitas Ibu Kota Bukan Tanggung Jawab Polri Semata

- Senin, 06 Juli 2026 | 05:50 WIB
Kapolda Metro Jaya: Stabilitas Ibu Kota Bukan Tanggung Jawab Polri Semata
PARADAPOS.COM - Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di DKI Jakarta dan kota penyangga bukanlah tanggung jawab Polri semata. Dalam sebuah upacara di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026, ia menyebut kompleksitas dinamika ibu kota menuntut sinergi aktif dari TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan momen penerimaan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti oleh Polda Metro Jaya.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang terus bergerak, Asep menekankan bahwa ketertiban tak bisa diurus sendirian. “Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dinamika ibu kota yang kompleks,” katanya saat memimpin upacara tradisi penyerahan penghargaan tersebut. Ia tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kodam Jaya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, penghargaan Nugraha Sakanti yang diterima berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38 TK Tahun 2026 adalah hasil kerja kolektif lintas sektoral, bukan sekadar prestasi individu.

Penghargaan sebagai Kompas Pengabdian

Mantan Wakabareskrim itu mengajak seluruh personel menjadikan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti sebagai pedoman dalam bertugas. Langkah ini, jelasnya, sejalan dengan moto kebanggaan Polda Metro Jaya, "Jaya Dharma Sevaka", yang berarti sukses dan unggul dalam setiap tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Suasana di lapangan upacara pagi itu terasa khidmat. Sejumlah anggota Polda Metro Jaya berbaris rapi, mengenakan seragam lengkap, sementara bendera merah putih berkibar pelan tertiup angin. Momen ini, bagi Asep, bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk mempererat soliditas antarelemen bangsa.

Enam Direktif Presiden dan Peringatan Tegas

Dalam kesempatan yang sama, Asep memaparkan enam direktif Presiden yang wajib diimplementasikan oleh seluruh anggota Polri. Arahan itu mencakup menjaga kepercayaan publik, menegakkan hukum secara adil dan profesional, serta memperkuat sinergi nasional. “Jadilah polisi yang bermanfaat untuk masyarakat, dan jangan pernah sekali-kali menyakiti hati masyarakat,” ucapnya dengan nada tegas namun penuh harap. Tak hanya itu, ia juga memberi peringatan keras kepada seluruh jajaran. Para personel diminta senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang maupun tindakan arogan yang dapat mencederai citra Polri. “Terhadap setiap bentuk gangguan kamtibmas dan pelanggaran hukum, kita harus tetap bertindak tegas, profesional, dan terukur,” tegas Asep, menutup rangkaian pidatonya dengan penekanan pada pendekatan yang humanis namun tanpa kompromi terhadap pelanggaran.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar