Swiss dan Kolombia Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026, Tiga Pemain Kunci Swiss Terancam Absen

- Selasa, 07 Juli 2026 | 10:25 WIB
Swiss dan Kolombia Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026, Tiga Pemain Kunci Swiss Terancam Absen
PARADAPOS.COM - Jakarta: Swiss dan Kolombia akan saling sikut memperebutkan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Laga sengit ini dijadwalkan berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada, pada Rabu, 8 Juli, pukul 03.00 WIB. Secara statistik, kedua tim sama-sama kuat dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing, namun ada sedikit kekhawatiran yang menyelimuti kubu Swiss.

Kabar Kurang Baik dari Sesi Latihan Swiss

Menjelang pertandingan krusial ini, kabar kurang mengenakkan datang dari kamp latihan Swiss. Bintang muda Johan Manzambi, gelandang senior Ruben Vargas, dan Djibril Sow terpaksa meninggalkan sesi latihan lebih cepat dari jadwal. Kondisi ini jelas menjadi sinyal waspada bagi tim pelatih. Manzambi sendiri sejauh ini sudah menyumbang tiga dari sembilan gol yang dicetak Swiss. Sementara itu, Vargas menjadi pemain paling aktif dalam mengirimkan umpan silang, dengan total 22 umpan. Ia juga tercatat sebagai pemain yang paling sering menerima umpan, yakni sebanyak 67 kali. Jika Manzambi menjadi ujung tombak yang menebar ancaman di lini depan, maka Vargas adalah arsitek di balik skema serangan. Keduanya adalah motor utama yang membawa Swiss duduk di peringkat kesembilan dalam aspek xG (probabilitas gol) dengan nilai 8,57.

Efektivitas vs Produktivitas

Di sisi lain, Kolombia yang dijuluki "Los Cafeteros" tampil lebih proaktif dalam menciptakan peluang. Namun, efektivitas mereka masih di bawah Swiss. Perbandingannya cukup mencolok: 6 persen berbanding 16 persen. Meski Kolombia lebih gencar melepaskan tembakan—total 79 peluang dengan 28 di antaranya tepat sasaran—nilai xG mereka justru lebih rendah, yaitu 6,35. Ini menunjukkan ada masalah dalam penyelesaian akhir. Winger Bayern Muenchen, Luis Diaz, memimpin timnya dalam hal penciptaan peluang dengan 16 kesempatan. Angka ini melampaui catatan Dan Ndoye dari Swiss yang mengoleksi 11 peluang. “Data-data itu hanya menunjukkan bahwa pada dasarnya kedua tim ini sama-sama kuat, apalagi mereka sama-sama tak terkalahkan dalam empat laga pertama Piala Dunia 2026 yang sudah mereka jalani,” ujar seorang analis pertandingan.

Keunggulan Dua Tim

Meskipun sama-sama tangguh, ada sedikit kesenjangan di antara mereka dalam hal menyerang dan bertahan. Swiss tampil subur dengan sembilan gol, tetapi kebobolan tiga kali dan hanya sekali mencatatkan "clean sheet". Sebaliknya, gawang Kolombia terbukti lebih sulit dibobol. Mereka berhasil mencatatkan tiga "clean sheet", termasuk saat menghadapi Portugal. Namun, pemain-pemain Swiss lebih klinis dalam menuntaskan peluang. Mereka mampu mencetak sembilan gol dari 56 peluang. Sementara itu, Kolombia hanya bisa mengonversi lima dari 79 peluang yang mereka buat. Intinya, tim asuhan Murat Yakin memiliki sedikit celah di lini pertahanan. Sementara itu, pasukan Nestor Lorenzo agak bermasalah di lini serang, sampai-sampai harus mengandalkan gol dari bek kanan Daniel Munoz. Situasi sebaliknya terjadi di Swiss. Sebanyak 88 persen dari total sembilan gol mereka dicetak oleh pemain depan atau pemain berorientasi menyerang, seperti Manzambi, Breel Embolo, Ruben Vargas, dan Dan Ndoye. Hanya gelandang bertahan Granit Xhaka yang bukan pemain berorientasi menyerang yang berhasil mencetak gol. Xhaka sendiri bisa disebut sebagai nyawa permainan Swiss. Ia adalah pengatur tempo, yang dibuktikan dengan kinerja istimewa sebagai pemain teraktif dalam membuka ruang, menembus lini ke lini, dan menerima umpan. Di kubu Kolombia, peran serupa dijalankan oleh Davinson Sanchez. Ia menjadi pemberi umpan terbanyak dengan 282 umpan, meski masih di bawah bek Swiss Manuel Akanji yang total sudah mengirimkan 318 umpan. Sanchez dinilai sangat instrumental berkat pengalamannya sebagai bek senior, kehebatannya dalam duel udara, dan kesigapannya begitu kehilangan bola.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar