Menteri Sosial Tegaskan Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Tangguh

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:25 WIB
Menteri Sosial Tegaskan Sekolah Rakyat Bentuk Generasi Tangguh

PARADAPOS.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya membangun generasi tangguh melalui program Sekolah Rakyat. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara buka puasa bersama siswa dan guru di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (27/2/2026). Program pendidikan gratis berbasis asrama ini, yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan tujuan mencegah lahirnya generasi yang lemah.

Landasan Nilai dan Spirit Alquran

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat dibangun di atas landasan nilai yang kuat. Ia merujuk pada pesan dalam Alquran Surat An Nisa ayat 8-10 tentang kewajiban menjaga generasi penerus. Menurutnya, program ini tidak sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak bangsa tumbuh dengan daya saing dan karakter yang baik.

“Tadi kita diingatkan lewat tilawah, jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah. Siswa Sekolah Rakyat adalah anak bangsa yang harus kita siapkan menjadi generasi tangguh, pintar, berkarakter, dan memiliki keterampilan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (28/2/2026).

Perkembangan Siswa yang Menggembirakan

Acara tersebut turut diisi dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari tilawah, tarian daerah, pidato multibahasa, hingga paduan suara. Gus Ipul mengaku terkesan dengan perkembangan yang ditunjukkan para peserta didik. Meski program ini baru berjalan beberapa bulan sejak diluncurkan, ia menilai perubahan pada diri siswa sudah tampak signifikan.

“Anak-anak sekarang lebih sehat karena asupan makanan bergizi, lebih disiplin, kreatif, berkarakter, dan yang paling penting sudah tidak minder. Mereka tampak optimistis menatap masa depan,” tuturnya.

Komitmen pada Toleransi dan Pencegahan Kekerasan

Pada momen Ramadan ini, Gus Ipul juga mengajak seluruh civitas akademika Sekolah Rakyat untuk menjaga semangat toleransi dan kebersamaan. Ia mengaku telah menyaksikan praktik hidup rukun yang baik di berbagai sekolah, baik yang mayoritas Muslim maupun non-Muslim.

“Toleransi dan semangat kebersamaan harus terus kita jaga. Kita juga harus sekuat tenaga mencegah bullying serta kekerasan fisik dan seksual,” tegasnya.

Sebagai simbol nyata, ia meminta seorang guru non-Muslim, Ritha Christin Nara dari SRT 76 Mimika, Papua Tengah, untuk naik ke panggung. Dengan penghayatan mendalam, guru tersebut menyanyikan lagu religi “Deen Assalam”.

Model Pendidikan Terpadu untuk Pengentasan Kemiskinan

Secara konsep, Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan terpadu yang menjadi instrumen keberpihakan negara kepada masyarakat lapisan terbawah. Program ini terintegrasi dengan berbagai kebijakan prioritas pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, dan jaminan kesehatan PBI-JKN. Dukungan juga diberikan kepada keluarga siswa melalui bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi.

Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah mengoperasikan 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan total kapasitas hampir 16.000 siswa. Didukung oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan, sekolah-sekolah ini tersebar dari Sumatra hingga Papua. Untuk tahap awal, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas milik pemerintah, sementara pembangunan gedung permanen terus dikebut dengan target jangka panjang mencapai 500 sekolah.

Pemetaan Bakat Sejak Dini

Salah satu pendekatan unggulan yang diterapkan adalah DNA Talent Mapping. Metode ini digunakan untuk memetakan minat dan bakat siswa sejak dini, sehingga pengarahannya—baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja—dapat dilakukan sesuai dengan potensi masing-masing individu. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kesinambungan antara pendidikan di bangku sekolah dengan kesiapan menghadapi kehidupan di masyarakat.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar