PARADAPOS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memulai perdagangan pagi ini dengan sentimen positif. Berdasarkan data pasar hingga pukul 08.46 WIB, rupiah tercatat menguat 13,2 poin atau 0,07 persen ke level Rp18.082,3 per dolar AS. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan global yang masih membayangi mata uang negara berkembang.
Dolar AS Terkoreksi, Rupiah Mencuri Peluang
Penguatan rupiah pagi ini tidak lepas dari pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) yang turun 0,15 persen ke level 100,570. Penurunan indeks ini menjadi indikator bahwa dolar AS mulai kehilangan momentumnya di hadapan sejumlah mata uang utama dunia. Situasi ini memberikan ruang bagi rupiah untuk kembali menguat setelah beberapa hari terakhir berada dalam tekanan.
Namun, di kawasan Asia, persaingan antar mata uang masih cukup ketat. Rupiah justru tertekan oleh beberapa mata uang regional. Yen Jepang mencatatkan penguatan paling signifikan terhadap rupiah, yakni naik 0,42 persen ke level Rp111,70. Tak ketinggalan, ringgit Malaysia juga menguat 0,28 persen ke posisi Rp4.443,45, sementara yuan Tiongkok naik 0,21 persen menjadi Rp2.664,91 per yuan.
Dolar Singapura dan Euro: Dua Sisi yang Berbeda
Dari kawasan Asia Tenggara, dolar Singapura ikut menguat 0,15 persen ke level Rp14.000,58. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari mata uang raksasa Asia, tetapi juga dari negara tetangga. Di sisi lain, euro justru bergerak relatif stabil di posisi Rp20.691,0 tanpa perubahan berarti dibandingkan perdagangan sebelumnya. Stabilitas euro ini seolah menjadi penyeimbang di tengah gejolak nilai tukar yang terjadi di Asia.
Emas Dunia Terkoreksi Setelah Reli Panjang
Sementara itu, dari pasar komoditas, harga emas dunia mengalami koreksi pada awal perdagangan. Emas spot turun 0,32 persen atau setara USD13,38 menjadi USD4.110,44 per troy ons. Koreksi ini terjadi setelah emas mencatatkan penguatan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Pergerakan emas kerap menjadi cerminan sentimen pasar terhadap risiko global, dan koreksi hari ini bisa diartikan sebagai aksi ambil untung para investor.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,40 Persen ke 5.936, Ditopang Sentimen Global dan Domestik
Surya Paloh Berduka atas Kepergian Rachmat Gobel: Sosok Pekerja Keras yang Jaga Hubungan Indonesia-Jepang
Pelayat Padati Rumah Duka Rachmat Gobel, Surya Paloh Hadir Beri Penghormatan Terakhir
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Kembali Beroperasi di 5 Wilayah Hari Ini, Catat Lokasi dan Jadwalnya