Kemlu Tunda KTT D-8 Akibat Konflik Timur Tengah, Indonesia Terus Pantau Situasi

- Kamis, 09 Juli 2026 | 13:25 WIB
Kemlu Tunda KTT D-8 Akibat Konflik Timur Tengah, Indonesia Terus Pantau Situasi
PARADAPOS.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih memantau secara ketat dinamika keamanan di Timur Tengah sebelum menentukan jadwal baru penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing-8 (D-8). Pertemuan puncak yang sedianya digelar pada April 2026 itu terpaksa ditunda akibat eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan. Indonesia, yang saat ini memegang posisi sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027, menjadi tuan rumah bagi organisasi yang beranggotakan Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki tersebut.

Koordinasi Intensif dengan Sekretariat dan Negara Anggota

Pemerintah, melalui Direktorat Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kemlu, mengaku tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ary Aprianto, selaku direktur di jajaran tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Sekretariat D-8 dan seluruh negara anggota. "KTT D-8 sendiri, kita di Kemlu tetap melakukan monitoring, memantau situasi di Timur Tengah. Kita catat juga semua bahwa situasi juga masih belum seperti yang kita harapkan semua, konflik juga masih terjadi," tuturnya dalam sebuah press briefing di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Ary menegaskan bahwa Indonesia tidak mengambil keputusan secara sepihak. Menurutnya, koordinasi dengan semua anggota terus digencarkan, mengingat situasi keamanan regional masih menjadi faktor utama yang menentukan kapan pertemuan puncak itu bisa kembali digelar. "Dan kita di Kemlu juga terus melakukan koordinasi dengan Sekretariat D-8 dan juga negara-negara anggota D-8 untuk menentukan jadwal KTT yang tepat," ujarnya.

Agenda Lain Tetap Berjalan di Tengah Penundaan

Meski jadwal KTT masih menggantung, sejumlah agenda dalam rangka keketuaan Indonesia tidak ikut terhenti. Salah satu yang tetap berlangsung adalah D-8 Halal Expo Indonesia (HEI), yang digelar pada 8 hingga 12 Juli 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan industri halal. Suasana di sela-sela pameran terlihat cukup dinamis. Para delegasi dari berbagai negara terlihat berdiskusi di stan-stan yang memamerkan produk halal unggulan mereka. Ini menjadi bukti bahwa meskipun situasi politik dan keamanan di Timur Tengah belum sepenuhnya kondusif, kerja sama ekonomi tetap menjadi prioritas yang dijaga bersama.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar