KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Operasi Tangkap Tangan Dugaan Pemerasan

- Jumat, 10 Juli 2026 | 02:50 WIB
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Operasi Tangkap Tangan Dugaan Pemerasan

PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, sejak Kamis, 9 Juli 2026. Ia diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Selain bupati, empat orang lainnya juga turut diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung hingga Jumat pagi itu.

Suasana markas Polresta Surakarta tampak dijaga ketat Jumat dini hari. Sejumlah mobil hitam melintas perlahan, membawa para tersangka yang baru saja diperiksa secara intensif. Tak ada keterangan resmi yang keluar dari dalam, hanya lampu-lampu ruang pemeriksaan yang menyala terang hingga menjelang subuh.

Pengakuan Juru Bicara KPK

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam keterangan persnya, Jumat pagi, 10 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

"Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," jelas Budi di hadapan wartawan.

Ia menambahkan bahwa kelima orang yang diamankan telah menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta. Rencananya, mereka akan diterbangkan ke Jakarta pada pagi hari yang sama untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di gedung KPK.

"Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya menutup keterangan.

Langkah Hukum Selanjutnya

Proses hukum terhadap Etik Suryani dan empat orang lainnya kini memasuki babak baru. Setelah tiba di Jakarta, KPK akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap aliran dana dan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat. Publik pun menunggu perkembangan kasus ini, mengingat posisi bupati sebagai kepala daerah yang seharusnya menjadi teladan dalam tata kelola pemerintahan yang bersih.

Di sisi lain, aktivis antikorupsi di Solo Raya menyambut baik langkah tegas KPK. Mereka berharap operasi serupa terus digencarkan untuk membersihkan birokrasi dari praktik-praktik pemerasan yang merugikan keuangan negara dan menghambat pelayanan publik.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar