PARADAPOS.COM - Bursa aset kripto global Bybit resmi memasuki pasar Indonesia melalui akuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal (NOBI). Langkah strategis ini melahirkan Bybit Indonesia, sebuah platform yang kini beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan menargetkan ekspansi jangka panjang dengan mengedepankan kepatuhan regulasi, menghadirkan lebih dari 500 pasangan aset kripto pada tahap awal operasional yang didukung likuiditas institusional dan sistem pengawasan pasar yang ketat.
Ekspansi yang Patuh Regulasi
Peluncuran ini bukan sekadar perluasan bisnis biasa. Bybit menilai Indonesia sebagai pasar strategis yang membutuhkan pendekatan hati-hati dan penuh perhitungan. Oleh karena itu, setiap langkah pengembangan produk dan layanan ke depan akan dilakukan secara bertahap, selaras dengan ketentuan regulator. Perusahaan juga menekankan adanya mekanisme perlindungan konsumen serta pemberitahuan yang jelas kepada pengguna sebagai bagian dari komitmen operasional.
Tim Lokal di Pucuk Pimpinan
Untuk memastikan pemahaman mendalam terhadap karakteristik pasar domestik sekaligus kepatuhan terhadap regulasi, Bybit Indonesia akan dikelola oleh tim manajemen lokal. Jajaran direksi terdiri dari Lawrence Samantha sebagai Chief Executive Officer (CEO), Dionisius Evan sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Steven Gotama sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Menariknya, Lawrence dan Dionisius sebelumnya sudah malang melintang di jajaran manajemen senior NOBI.
CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan perpaduan antara kekuatan global dan pengalaman lokal.
"Akuisisi ini memungkinkan kami memadukan kapabilitas global Bybit dengan tim lokal yang berpengalaman serta memahami pasar dan lanskap regulasi di Indonesia. Fokus kami adalah menghadirkan transisi yang terencana bagi pengguna dan memperkenalkan produk secara bertahap sesuai persyaratan OJK," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Juli 2026.
Sementara itu, Co-founder sekaligus CEO Bybit Ben Zhou menyoroti potensi besar Indonesia bagi industri aset digital. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan fondasi yang kokoh.
"Bybit Indonesia mencerminkan komitmen kami untuk berkolaborasi dengan otoritas lokal, menghormati kerangka regulasi nasional, serta membangun platform yang mengutamakan perlindungan pengguna, transparansi, dan integritas pasar," tuturnya.
Edukasi sebagai Pilar Utama
Tak hanya berfokus pada perluasan layanan, Bybit Indonesia juga menempatkan edukasi sebagai prioritas. Perusahaan berencana meluncurkan berbagai program literasi melalui Bybit Learn. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aset digital dan mendorong penggunaan layanan kripto secara bertanggung jawab.
Menurut perusahaan, pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani standar internasional dengan kebutuhan spesifik pasar lokal. Dengan begitu, masyarakat dapat berpartisipasi dalam ekosistem aset digital secara lebih aman dan terinformasi.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Putri KW Lolos ke Babak Kedua Japan Open 2026 Usai Kalahkan Zhang Beiwen Straight Game
Pemerintah Alokasikan 15.000 Unit Rumah Layak Huni untuk Kawasan Perbatasan dan Wilayah 3T
Mobil Xenia Tabrak Empat Motor di Pondok Gede, Tiga Orang Luka-Luka
Pertamina Patra Niaga Resmi Jalankan Program Danantara CX100 untuk Tingkatkan Layanan Pelanggan