PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar rapat darurat di Ruang Situasi Gedung Putih pada Selasa (14/7) waktu setempat untuk membahas rencana serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Langkah ini jauh lebih luas cakupannya dibandingkan operasi yang saat ini berlangsung di sekitar Selat Hormuz. Informasi tersebut diungkap oleh media AS, Axios, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui langsung jalannya pembicaraan.
Fokus Pembahasan: Target Strategis di Dalam Wilayah Iran
Menurut laporan Axios, pertemuan tersebut berpusat pada potensi serangan terhadap sasaran-sasaran strategis yang berada jauh di dalam teritori Iran. Pembahasan ini mengemuka di tengah pertimbangan pemerintahan Trump untuk meningkatkan tekanan militer secara signifikan. Tujuannya jelas: memaksa Teheran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dan menerima tuntutan Amerika Serikat yang berkaitan dengan program nuklirnya.
Jajaran Petinggi Hadir dalam Rapat Krusial
Dilansir Al Arabiya pada Rabu (15/7/2026), Trump tidak sendirian dalam rapat tersebut. Ia didampingi oleh para anggota senior tim keamanan nasionalnya. Beberapa nama yang hadir antara lain Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff.
Suasana di Ruang Situasi tampak tegang. Sumber-sumber yang dikutip Axios menggambarkan bahwa pembicaraan berpusat pada rencana serangan besar-besaran yang berpotensi menghancurkan target-target strategis di dalam wilayah Iran. Rencana ini disebut-sebut sebagai eskalasi yang terpisah dari operasi militer yang sudah berlangsung di sekitar selat tersebut.
Ketika dimintai konfirmasi, pihak Gedung Putih memilih untuk tidak memberikan komentar kepada Axios.
Konteks di Lapangan: Serangan Berlanjut
Rapat pada hari Selasa itu terjadi bukan tanpa alasan. Saat para petinggi berkumpul di Gedung Putih, militer AS dilaporkan tengah melakukan serangan untuk hari keempat berturut-turut. Sasaran operasi tersebut berada di daerah sekitar Selat Hormuz dan di sepanjang pantai selatan Iran. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara telah mencapai titik didih yang baru.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Total Seluruh JPO di Jakarta Usai Insiden Roboh di Tendean
Menteri PU Dody Hanggodo Tantang Publik Buktikan Hubungan Kekerabatan dengan Komisaris PT PP, Hadiahkan Umrah Gratis
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Fokus pada Perlindungan Anak di Empat Ruang Aktivitas
Traktor Kubota Jadi Andalan Petani Modern, Pacu Efisiensi dan Produktivitas Lahan