Kapal Kargo Terbelah Dua Usai Tabrakan di Selat Hormuz, Seluruh Awak Selamat

- Rabu, 15 Juli 2026 | 23:00 WIB
Kapal Kargo Terbelah Dua Usai Tabrakan di Selat Hormuz, Seluruh Awak Selamat
PARADAPOS.COM - Sebuah kapal kargo bertabrakan dengan kapal lain di Selat Hormuz, Iran, pada Selasa, 14 Juli 2026, menyebabkan kapal terbelah menjadi dua sebelum akhirnya tenggelam di dekat pantai. Seluruh 23 awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara pihak berwenang Iran masih menyelidiki penyebab pasti insiden dramatis di jalur pelayaran strategis tersebut.

Tabrakan di Perairan Kritis

Insiden ini terjadi di lepas pantai Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran. Rekaman yang dirilis media Iran memperlihatkan kapal kargo Luni—sebuah kapal berusia 32 tahun yang terdaftar di Saint Kitts—sebagian tenggelam dengan lambung yang robek parah. Tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan. Menurut keterangan pihak berwenang Iran, benturan keras mengakibatkan lambung kapal jebol, sehingga kapten kapal tidak punya pilihan selain memerintahkan evakuasi darurat.

Evakuasi Cepat dan Selamat

Tim penyelamat bergerak cepat merespons situasi. Seluruh 23 awak kapal berhasil dipindahkan ke Pulau Qeshm dalam waktu singkat. Mereka dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka serius. “Kami bersyukur semua kru bisa dievakuasi tanpa cedera,” ujar seorang petugas penyelamat setempat. “Respons cepat dari tim darurat benar-benar menyelamatkan nyawa mereka.”

Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak berwenang Iran terus mendalami penyebab tabrakan. Belum ada kesimpulan resmi apakah insiden ini murni kecelakaan navigasi atau ada faktor lain yang berperan. Yang jelas, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia. Setiap insiden di perairan ini selalu menarik perhatian luas, mengingat perannya sebagai jalur utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar