PARADAPOS.COM - Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa partainya tidak melihat rencana safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah sebagai sebuah ancaman. Justru, langkah tersebut dinilai dapat memperkuat soliditas kader partai. Namun, di tengah polemik ijazah yang masih bergulir, PDIP mendesak Jokowi untuk segera menunjukkan dokumen aslinya secara terbuka kepada publik guna mengakhiri spekulasi yang berkembang. Pernyataan ini disampaikan Djarot kepada wartawan pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Safari Politik Jokowi: Bukan Ancaman, Justru Perekat Kader
Rencana Jokowi untuk melakukan tur keliling Indonesia mulai akhir Juni mendatang tidak membuat PDIP gamang. Sebaliknya, partai berlambang banteng itu justru melihatnya sebagai momentum untuk mengkonsolidasikan diri.
“Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu partai kita semakin solid. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah,” kata Djarot di hadapan wartawan.
Menurut Djarot, Jokowi bebas melakukan aktivitas politik ke mana pun. Lawatan yang disebut-sebut akan menyapa masyarakat, memenuhi undangan daerah, serta bertemu dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan itu, dinilai sebagai hak pribadi seorang mantan presiden.
Desakan Terbuka: Tunjukkan Ijazah Asli, Akhiri Polemik
Meski tak mempermasalahkan safari politik, Djarot menyoroti isu lain yang tak kunjung reda. Di tengah hiruk-pikuk persiapan tur, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Bagi PDIP, cara paling sederhana untuk memadamkan api spekulasi sudah jelas.
“Silakan aja beliau keliling ke mana pun bebas. Tapi beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan supaya masyarakat betul-betul yakin bahwa ijazahnya itu asli,” ujarnya.
Djarot menekankan bahwa persoalan ini tidak perlu berlarut-larut. Semakin lama dibiarkan, semakin banyak spekulasi yang bisa muncul dan menggerogoti kepercayaan publik. Ia bahkan menyebut solusinya sangat sederhana dan tanpa perlu dramatisasi.
“Tunjukkan aja, saya paling enak begitu. Enggak usah pakai drama,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika setiap orang dimintai bukti atas dokumen pribadi, maka seharusnya hal yang sama berlaku bagi siapa pun, termasuk mantan presiden. “Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda. Jadi itu aja untuk mengakhiri polemik yang terjadi,” demikian pungkas Djarot.
Artikel Terkait
Buni Yani Desak Jokowi Batalkan Agenda Keliling Indonesia, Singgung Isu Keaslian Ijazah
Jokowi Akan Awali Safari Politik ke Lampung Akhir Juni 2026
Analis: Blusukan Jokowi Tak Berdampak Elektoral bagi PSI dan Gibran
Guru Besar UIN Soroti Polemik APBN untuk Sapi Kurban Prabowo: Jangan Campuradukkan Ibadah Personal dan Program Sosial Negara