Yordania Berhasil Cegat Sepuluh Rudal Iran, Tak Ada Korban Jiwa

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:25 WIB
Yordania Berhasil Cegat Sepuluh Rudal Iran, Tak Ada Korban Jiwa
PARADAPOS.COM - Amman, Yordania, melaporkan keberhasilan sistem pertahanan udaranya mencegat sepuluh rudal Iran yang melintasi wilayah kerajaan pada Sabtu dini hari, 18 Juli 2026. Operasi ini dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan properti, sekaligus menegaskan komitmen Amman dalam menjaga kedaulatan wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan regional. Seorang pejabat Komando Umum Angkatan Bersenjata Yordania, dalam pernyataan resmi yang dikutip Kantor Berita Yordania (Petra), menjelaskan bahwa satuan pertahanan udara dikerahkan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara, mengamankan wilayah udara, serta melindungi keselamatan warga. “Operasi tersebut dilakukan oleh satuan pertahanan udara sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara, mengamankan wilayah udara, serta melindungi keselamatan warga,” ujarnya. Militer Yordania memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti akibat insiden tersebut. Tim dari Korps Zeni Kerajaan langsung dikerahkan untuk mengamankan dan mengumpulkan puing-puing rudal yang jatuh di sejumlah lokasi di dalam negeri. Proses pembersihan dilakukan sesuai prosedur teknis dan standar keamanan yang berlaku, menurut pernyataan resmi militer.

Serangan Balasan Iran dan Respons Negara Tetangga

Sebelum insiden intersepsi ini, pada Jumat, Iran mengumumkan telah melancarkan serangan balasan yang menyasar aset-aset militer Amerika Serikat di Kuwait, Oman, Suriah, Yordania, dan Bahrain. Teheran mengklaim serangan tersebut mengenai sejumlah pangkalan udara, sistem radar, gudang persenjataan, serta pesawat militer. Namun, laporan dari negara-negara yang disebut menjadi sasaran memberikan gambaran yang berbeda. Kuwait, Yordania, dan Bahrain menyatakan berhasil mencegat rudal dan drone Iran sebelum mencapai target. Sementara itu, Qatar mengatakan angkatan bersenjatanya menggagalkan beberapa serangan udara. Meski demikian, seorang anak dilaporkan mengalami luka akibat serpihan yang jatuh dari proses intersepsi rudal.

Ketegangan Kawasan Meningkat Pasca Serangan Awal

Situasi keamanan di Timur Tengah terus memburuk sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat. Meski Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu sebagai upaya mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi terbaru dipicu oleh saling serang antara kedua negara di kawasan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar