Banjir Bandang Terjang Dua Jorong di Agam, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

- Minggu, 19 Juli 2026 | 00:00 WIB
Banjir Bandang Terjang Dua Jorong di Agam, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi
PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Danau Maninjau sejak Sabtu (18/7/2026) sore menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan tanggulnya jebol, mengakibatkan banjir bandang menerjang dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ratusan rumah warga terendam dan ratusan lainnya terpaksa dievakuasi oleh tim gabungan dari Polsek, Dinas Sosial, dan Basarnas. Hingga malam hari, proses penyelamatan masih berlangsung di tengah arus deras dan guyuran hujan yang belum reda.

Banjir Bandang Terjang Dua Jorong, Warga Terjebak di Dalam Rumah

Air bah datang dengan cepat setelah tanggul sungai tak mampu menahan debit air yang terus meningkat. Di Jorong Kubu dan Jorong Labuah, permukiman warga langsung terendam dalam hitungan menit. Derasnya arus membuat sejumlah warga tidak sempat keluar rumah dan sempat terjebak di dalam bangunan. Rekaman video amatir yang beredar di kalangan warga memperlihatkan arus banjir mengalir sangat deras di jalan-jalan permukiman. Air masuk hingga ke dalam rumah-rumah. Luapan juga memutus total akses jalan dari Simpang Jembatan Tumayo hingga Pasar Sungai Batang. Ketinggian air di titik-titik tersebut mencapai lutut orang dewasa, bahkan lebih di beberapa lokasi. Kondisi di lapangan cukup mencekam. Arus yang deras membuat warga sama sekali tidak bisa melintasi Jembatan Tumayo. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke tanah lapang dan lokasi yang lebih tinggi, meskipun hujan masih terus mengguyur tanpa henti.

Warga Terdampak: Kami Sangat Membutuhkan Bantuan Darurat Malam Ini

Salah seorang warga terdampak, Rudi Yudistira, menyampaikan situasi yang dialami warganya. "Sejak sore tadi hujan lebat menyebabkan air Sungai Tumayo meluap kembali. Dua jorong di Nagari Sungai Batang, yakni Jorong Labuah dan Jorong Kubu, terendam air dan mengancam ratusan rumah warga. Kami sangat membutuhkan bantuan darurat malam ini, terutama peralatan untuk menyelamatkan diri dan tempat pengungsian," ujarnya. Suara Rudi terdengar bergetar saat menggambarkan kepanikan yang melanda. Ia menambahkan bahwa banyak warga lanjut usia dan anak-anak yang belum sempat dievakuasi saat air mulai naik.

Tim Gabungan Berjibaku di Tengah Arus Deras

Mendapat laporan darurat tersebut, personel gabungan dari Polsek, Dinas Sosial Kabupaten Agam, dan Tim Basarnas langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Di lapangan, petugas harus berjibaku menerobos derasnya arus dan guyuran hujan yang belum reda untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak. Proses evakuasi dan penyisiran di lokasi-lokasi terdampak terus berlangsung secara intensif hingga Sabtu malam. Jumlah total korban terdampak maupun warga yang berhasil diselamatkan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Petugas di lapangan mengaku kesulitan karena akses jalan yang terputus dan minimnya penerangan.

Imbauan Kewaspadaan di Kawasan Perbukitan Danau Maninjau

Petugas mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar perbukitan Danau Maninjau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh. Pasalnya, curah hujan di kawasan hulu terpantau masih tinggi dan berpotensi memicu naiknya debit air susulan. Warga juga dilarang keras nekat menerobos arus banjir demi keselamatan jiwa. Di beberapa titik, warga yang berhasil dievakuasi kini menempati tenda-tenda darurat di tanah lapang. Mereka masih menunggu bantuan logistik, terutama makanan, air bersih, dan selimut. Suasana di lokasi pengungsian hening, hanya sesekali terdengar suara anak kecil menangis dan percakapan lirih para orang tua yang masih was-was akan kemungkinan banjir susulan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar