Komut Pertamina Tinjau Pasokan BBM di Labuan Bajo Pasca-Gempa, Pastikan Distribusi Aman

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Komut Pertamina Tinjau Pasokan BBM di Labuan Bajo Pasca-Gempa, Pastikan Distribusi Aman

PARADAPOS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan peninjauan langsung ke Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kunjungan ini merupakan respons cepat untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan distribusi energi berjalan lancar di wilayah yang baru saja diguncang gempa. Iriawan hadir tidak hanya untuk mengecek stok, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada para pekerja lapangan yang ia sebut sebagai pahlawan energi.

Begitu tiba di lokasi, suasana tanggap darurat masih terasa. Iriawan langsung berkeliling melihat langsung kondisi fasilitas dan berbincang dengan para perwira yang bertugas. Di tengah situasi yang tidak menentu, ia menegaskan bahwa semangat para pekerja di lapangan adalah kunci utama untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

"Saya hadir ingin bertemu dengan para pahlawan saya. Ini para pahlawan yang sebagian kecil ada di sini, sisanya ada di lapangan," kata Iriawan dalam keterangan tertulisnya.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Iriawan menegaskan bahwa ia ingin melihat secara langsung kondisi dan semangat perwira Pertamina Group yang bertugas mempertahankan ketersediaan energi di wilayah terdampak gempa, seperti Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ruteng. Ia pun mengapresiasi respons cepat jajarannya ketika akses jalan dari Ruteng menuju Labuan Bajo sempat terputus akibat gempa, yang membuat truk tangki BBM tidak dapat melintas dan memaksa Pertamina mencari jalur distribusi alternatif.

Dalam peninjauan tersebut, Iriawan didampingi oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita serta Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Hari Purnomo. Turut hadir pula Corporate Secretary PT PPN Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, EGM PT PPN Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, GHO PT PPN Jatimbalinus Bimo Sagus, serta sejumlah perwira Pertamina lainnya.

Jalur Laut Menjadi Penyelamat

Ketika jalur darat terputus, waktu menjadi musuh terbesar. Namun, dalam waktu kurang dari dua hari, Pertamina bergerak cepat dengan mengirim kapal feri yang mengangkut 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo. Keputusan untuk menggunakan jalur laut ini dinilai tepat untuk menjaga pasokan sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan BBM di wilayah terdampak.

"Alhamdulillah, itu penolong yang luar biasa sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini," ujar Iriawan dengan nada syukur.

Meski pasokan BBM secara umum aman, Iriawan mengamati adanya peningkatan permintaan minyak tanah di sejumlah wilayah. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait kemungkinan penambahan kuota. Menariknya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga telah menyampaikan langsung permintaan penambahan pasokan tersebut beberapa jam sebelum kunjungan ke Fuel Terminal Labuan Bajo. Di sela-sela kesibukannya, Iriawan juga menyempatkan diri untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban gempa di NTT, termasuk mereka yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Dalam situasi darurat seperti ini, Iriawan menegaskan bahwa fokus utama Pertamina adalah memastikan distribusi BBM tidak terganggu. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas penanganan bencana yang sedang berlangsung. Ia menyebut Reo sebagai salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah terhadap aset Pertamina akibat gempa. Meski demikian, para pekerja tetap bertugas menjaga pelayanan dan distribusi energi.

"Khusus untuk Reo, memang daerah paling hancur untuk aset kami. Tapi, alhamdulillah anak-anak tetap semangat di sana," kata Iriawan.

Sebelum meninjau Fuel Terminal Labuan Bajo, Iriawan terlebih dahulu menggelar rapat secara virtual dengan tim Pertamina di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Reo, Ende, Bima, dan Maumere. Dari laporan yang diterimanya, kondisi pasokan BBM di sebagian besar wilayah tersebut dalam keadaan aman. Bahkan, stok yang tersedia berada di atas batas normal dengan ketahanan pasokan diperkirakan sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba. Kabar baik lainnya, akses jalur darat dari Reo yang sebelumnya sempat terputus kini sudah dapat dilalui kembali, sehingga diharapkan semakin memperlancar pengiriman BBM ke wilayah terdampak.

Di sela-sela peninjauannya, Iriawan kembali melontarkan apresiasi kepada para pekerja Pertamina yang dinilainya mampu mengambil keputusan cepat dan mencari terobosan di tengah kondisi darurat. Apresiasi yang sama juga diberikan kepada kru kapal yang sukses membawa pasokan BBM dengan selamat dari Bima menuju Labuan Bajo dan Ruteng. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bukti nyata semangat Satu Pertamina, sebuah solidaritas dan kerja sama antarwilayah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung upaya penanganan dampak bencana di NTT.

Pertamina, kata Iriawan, akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi energi di seluruh wilayah terdampak gempa. Perusahaan berkomitmen untuk bekerja selama 24 jam penuh demi memastikan kebutuhan energi masyarakat NTT tetap terpenuhi.

"Kami siap bekerja 24 jam untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga," ujar Iriawan menegaskan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini