Amien Rais Ingatkan Prabowo agar Tak Mudah Percaya Laporan Bawahannya yang Dinilai Meninabobokkan

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Amien Rais Ingatkan Prabowo agar Tak Mudah Percaya Laporan Bawahannya yang Dinilai Meninabobokkan

PARADAPOS.COM - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak serta-merta mempercayai seluruh laporan yang disampaikan jajaran bawahannya. Pernyataan ini disampaikan Amien pada Selasa (18/8/2026) sebagai nasihat khusus, menyusul pengamatannya terhadap pola pidato presiden yang kerap mengutip laporan anak buah sebagai dasar informasi. Ia menilai laporan birokrasi berpotensi terlalu positif dan tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Pengalaman panjang Amien di panggung politik nasional membuatnya paham betul dinamika kekuasaan. Ia melihat ada semacam pola yang berulang dalam pidato-pidato Prabowo akhir-akhir ini. Pola itulah yang kemudian menggerakkannya untuk memberikan wejangan secara terbuka.

Mencermati Pola Pidato Presiden

Amien mengaku secara khusus memperhatikan bagaimana presiden menyampaikan informasi kepada publik. Ia menangkap adanya kecenderungan penggunaan frasa yang merujuk pada laporan internal pemerintah sebagai pembuka pidato.

"Saya perhatikan hampir pidato presiden diawali dengan kata-kata berdasarkan laporan yang saya terima," imbuhnya.

Baginya, menjadikan laporan sebagai salah satu sumber informasi memang diperlukan dalam roda pemerintahan. Namun, persoalan serius justru muncul ketika seorang presiden terlalu percaya pada laporan tersebut tanpa melakukan verifikasi dengan kenyataan yang dialami masyarakat.

Bahaya Laporan yang Meninabobokkan

Ia mengingatkan bahwa laporan dari birokrasi bisa saja memiliki nuansa yang terlalu positif. Dalam situasi tertentu, informasi semacam ini bahkan dapat membuat seorang pemimpin terlena dan kehilangan daya kritis.

"Mas Prabowo sudah paham betul bahwa laporan dari bawah tentu bernuansa budaya yang menyenangkan, bahkan meninabobokkan," terangnya.

Amien kemudian menggambarkan seperti apa bentuk laporan yang menurutnya berpotensi membuat seorang presiden merasa sangat populer. Gambaran itu, kata dia, biasanya datang dengan bingkai yang manis dan penuh sanjungan.

"Laporan itu pasti menyenangkan, misalnya seluruh rakyat bangga bapak jadi presiden. Di perkotaan, pedesaan, bahkan tempat-tempat terpencil. Nama bapak harum dan seterusnya," ujar Amien.

Menurutnya, informasi semacam itu perlu diuji dengan kenyataan. Presiden tidak seharusnya hanya melihat kondisi masyarakat berdasarkan laporan birokrasi karena terdapat kemungkinan adanya jarak antara laporan dengan realitas yang dihadapi rakyat.

Pentingnya Verifikasi dan Introspeksi

Amien menilai seorang pemimpin perlu memiliki keberanian untuk mencari informasi dari berbagai sumber, termasuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Dengan cara tersebut, presiden dapat mengetahui apakah program dan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan dampak sebagaimana yang dilaporkan.

Semakin tinggi posisi seorang pemimpin, lanjutnya, semakin penting pula kemampuan untuk melakukan introspeksi dan memastikan laporan yang diterima sesuai dengan kenyataan di lapangan. Nasihat ini, menurut Amien, bukan sekadar kritik, melainkan bentuk kepedulian agar pemerintahan berjalan dengan landasan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar