PARADAPOS.COM - Jenewa, Swiss, menjadi saksi bagaimana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, berbaur dengan duka dan solidaritas. Upacara yang digelar di kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa ini diikuti lebih dari 150 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora. Momen kebangsaan itu sekaligus menjadi wadah simpati bagi warga yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan pesan kebersamaan yang mengemuka di tengah jarak yang memisahkan mereka dari Tanah Air. Lebih dari Sekadar Upacara Bendera Suasana khidmat menyelimuti halaman kantor PTRI Jenewa saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, profesional yang bekerja di berbagai organisasi internasional, serta masyarakat Indonesia lainnya, tampak larut dalam rangkaian upacara. Yang menarik, keberagaman Indonesia terpancar jelas dari busana yang dikenakan; ada yang memakai busana nasional, pakaian adat, hingga wastra Nusantara yang memperkaya warna-warni acara tersebut. Tiga anggota pasukan pengibar bendera pun menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Salah satu di antaranya dipercaya sebagai pembawa baki bendera Merah Putih, sebuah peran yang sarat makna dan kebanggaan tersendiri di perantauan. Pesan Kebersamaan di Tengah Keprihatinan Duta Besar/Wakil Tetap RI, Sidharto R. Suryodipuro, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan di luar negeri bukan sekadar seremonial belaka. Menurutnya, momen ini menjadi perekat rasa kebangsaan bagi masyarakat Indonesia yang berada jauh dari rumah, sekaligus pengingat akan pentingnya solidaritas. “Jauh dari Tanah Air membuat ikatan kita sebagai bangsa semakin terasa. Hari ini, di tengah peringatan kemerdekaan, pikiran dan kepedulian kita juga bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Dubes Sidharto dalam siaran persnya, Selasa, 18 Agustus 2026. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kebersamaan yang terlihat di kalangan masyarakat Indonesia di Jenewa adalah cermin nyata bahwa sebagai sebuah bangsa, kita tetap satu meski terbentang jarak yang jauh. Hal ini, lanjutnya, membuktikan bahwa kepedulian dan kekuatan untuk saling menguatkan selalu ada di antara warga Indonesia. Apresiasi untuk Dedikasi Tanpa Henti Rangkaian acara tidak berhenti pada upacara bendera saja. PTRI Jenewa juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada dua pegawai negeri sipil. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi yang tulus atas pengabdian dan dedikasi mereka selama bertahun-tahun dalam menjalankan tugas negara. Secara keseluruhan, peringatan HUT ke-81 RI di Jenewa tahun ini berhasil menjadi momentum yang mengharukan. Ia merangkum dua hal besar: semangat patriotisme yang menyala-nyala di perantauan dan kepekaan sosial yang tinggi terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah. Ini adalah perayaan yang tidak hanya menengadah ke atas, tetapi juga menunduk untuk merangkul sesama.
Artikel Terkait
Pengamat: Perang Melawan Korupsi Jangan Sampai Kalahkan Hukum Itu Sendiri
Ratusan Warga Padati Ancol Ikuti Lomba Panjat Pinang HUT ke-81 RI, Warga Jepang Ikut Serta
Indonesia Bawa Kearifan Lokal Subak hingga Sasi Lompa ke Forum BRICS sebagai Strategi Hadapi Krisis Iklim
NasDem Terima Audiensi Mahasiswa FISIP, Bahas Strategi Isi Kemerdekaan Lewat Aksi Nyata