paradapos.com – Tensi politik di Indonesa yang sudah mendekati pilpres 2024 mulai tinggi, lantaran pendukung masing-masing capres saling lempar lelucon yang sensitif.
Hal tersebut bermula kala capres Anies Baswedan mendatangi Ustadz Abdul Somad (UAS).
Saat itu, mereka berseloroh soal KPU sebagai penyelenggara pemilu mengganti doa bersama menjadi mengheningkan cipta.
Menurut mereka, upaya tersebut diduga untuk menghindari anggapan berpihakan terhadap kandidat capres nomor urut 1 yang bertagline 'AMIN'.
Selain itu, Anies dan UAS membuat lelucon dalam sholat ketika tahiyyat akhir yang mengepalkan jari jemari.
Tidak ingin kalah, partai pengusung capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yakni Zulkifli Hasan yang merupakan Ketua Umum Partai PAN pun membalas lelucon tersebut.
Baca Juga: Bikin Tambah Stamina! Simak Deretan Khasiat Teh Talua, dari Penambah Energi sampai Kesehatan Mata
Zulkifli berkelakar bahwa banyak pendukung dari capres Prabowo Subianto sangat cinta kepada mereka.
Bahkan, sampai melakukan praktik ibadah sholat kala tahiyyat akhir dengan menjulurkan dua jari.
Menurut pengamat politik, Adi Prayitno, Indonesia merupakan negara dengan etnis, suku dan agama terbesar di dunia.
Elit politik para tokoh yang memiliki pengaruh semestinya menuntun masyarakat Indonesia untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar satu dengan yang lainnya.
Kendati sudah akan mendekati pilpres, Adi tidak begitu khawatir ada pihak yang memanfaatkan isu-isu identitas dalam mendulang suara masyarakat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
IKPNI Gelar Family Gathering 2026, 150 Ahli Waris dari 65 Keluarga Pahlawan Nasional Perkuat Nilai Perjuangan
PAMA Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1 di Sulawesi, Pendaftaran hingga Juni 2026
KRL Duri-Tangerang Mogok Total Usai Tiga Ledakan, Penumpang Dievakuasi
Rusia Digitalisasi Penuh Sistem Penerimaan Mahasiswa Internasional, Target 100 Persen Proses Daring