Korban Tewas Banjir Semarang Bertambah Jadi 3 Orang, Termasuk Seorang Bocah
Bencana banjir di Kota Semarang telah merenggut tiga nyawa dalam sepekan terakhir. Ketiga korban meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi yang terendam banjir.
Korban Terbaru Adalah Bocah 7 Tahun
Korban terbaru yang ditemukan tewas adalah seorang bocah berusia 7 tahun bernama Achmad Rifqie Arzan. Jenazah bocah malang ini ditemukan di selokan Perum Graha Mukti Asri Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengonfirmasi bahwa ini merupakan korban ketiga akibat banjir di Semarang. "Iya, jadi terpeleset kemudian hanyut dan meninggal. Itu korban laka (kecelakaan) air," jelas Endro melalui pesan singkat.
Proses Pencarian Korban Banjir Semarang
Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian intensif sejak laporan pertama diterima. Operasi penyisiran dilakukan secara menyeluruh di dua arah berbeda untuk memperluas area pencarian.
"Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian ke arah utara sejauh dua kilometer, dan dari arah utara ke barat sejauh dua setengah kilometer," terang Endro.
Dalam proses pencarian tersebut, tim berhasil menemukan tas milik korban sebelum akhirnya menemukan jenazah bocah tersebut dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Dua Korban Sebelumnya
Sebelum insiden ini, sudah ada dua korban meninggal lainnya akibat banjir di Kota Semarang. Korban pertama bernama Eko Rusianto, warga Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, yang tewas saat bekerja membersihkan sampah di Kolam Retensi Trimulyo pada Sabtu (25/10) lalu.
Artikel Terkait
Spanyol Balikkan Arus Migran di Ceuta: 48.300 Orang Kembali ke Maroko, 57 Tewas
BAIC Resmi Luncurkan EV Pertama di Indonesia, Targetkan 1.000 Unit hingga Akhir 2026
DKI Jakarta Berpotensi Alami Kekeringan, DPRD Desak Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
Kemenkes Liburkan 10.500 Dokter Internship Usai Enam Peserta Meninggal dalam Enam Bulan