Jejak Canting Indonesia: Melestarikan Warisan Batik Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Seruni Kabinet Merah Putih bersama Kementerian Kebudayaan RI sukses menggelar acara bertajuk 'Jejak Canting Indonesia'. Acara bertema 'Menelusuri Makna dan Pesona Batik Menghidupkan Keberlanjutan' ini secara resmi dibuka oleh Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Gibran Rakabuming, di Museum Batik Indonesia, Jakarta.
Simbol Keberlanjutan Budaya dengan Canting
Pembukaan acara ditandai dengan momen simbolis dimana Selvi Gibran menarik garis menggunakan canting, yang kemudian dilanjutkan oleh perajin batik ternama Ariri Supriatin untuk menyempurnakan motif batik. Ritual ini menjadi simbol kuat akan semangat melestarikan warisan budaya batik agar tetap hidup dan berkelanjutan di masyarakat.
Menghadirkan 7 Tokoh Batik dari Seluruh Indonesia
Sebagai puncak acara, digelar Bincang Budaya yang menampilkan tujuh maestro batik dari berbagai daerah. Mereka memamerkan keunikan teknik dan motif batik khas daerahnya, menunjukkan kekayaan khazanah batik Nusantara. Berikut tokoh batik dan daerah asalnya:
- Afif Syakur dengan Batik Nitik Yogyakarta
- Tatik Sri Harta dengan Batik Sogan Surakarta
- Komarudin Kudiya dengan Batik Merawit Cirebon
- Santoso dengan Batik Lasem
- Mohamad Falahy dengan Batik Indigo Pekalongan
- Uswatun Hasanah dengan Batik Gedog Tuban
- Jakfariady dengan Batik Gentongan Madura
Komitmen Kementerian Kebudayaan untuk Pelestarian Batik
Grace Katharine Fadli Zon, Pendamping Menteri Kebudayaan RI, menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan tradisi batik. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk mengembangkan ekosistem kebudayaan, memperkuat daya hidup masyarakat, dan mewujudkan keberlanjutan tradisi batik Indonesia," ujarnya.
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Batik
Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini dan menekankan pentingnya peran generasi muda. "Kita patut berbangga dengan keragaman batik dari berbagai daerah. Saya berharap generasi muda kita bangga dengan batik sebagai jati diri bangsa dan terus melestarikannya," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk memperkuat kebanggaan terhadap batik sebagai simbol identitas bangsa, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat karakter Indonesia melalui pelestarian budaya.
Dukungan untuk Ekosistem Batik Nasional
Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, Indira Esti Nurjadin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke para pembatik dari tujuh daerah untuk mempelajari seluruh proses pembuatan batik. Hal ini menjadi bagian penting dari rantai ekosistem kebudayaan yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Peragaan Busana oleh Desainer Terkenal
Acara semakin meriah dengan peragaan busana yang menampilkan karya desainer kenamaan Indonesia, termasuk Ghea Panggabean, Ari Seputra, Ellylle, dan Wilsen Willim yang memadukan berbagai motif batik dari seluruh Nusantara dalam koleksi mereka.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting antara lain Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua MPR Lestari Moerdijat, menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Artikel Terkait
Arus Mudik Roda Dua Mulai Padati Pelabuhan Ciwandan, Merak dan Bakauheni Masih Lancar
Gubernur DKI Imbau Pengunjung Taman Bendera Pusaka Beralih ke Transportasi Umum
Operasi Damai Cartenz Amankan Jaringan Pemasok Senjata untuk KKB di Papua
Kemenhaj Awasi Pemulangan 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia dari Arab Saudi