Drone Bawah Air Nuklir Poseidon Rusia: Senjata Kiamat yang Memicu Tsunami Radioaktif
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyebut drone bawah air bertenaga nuklir Poseidon sebagai "senjata kiamat". Senjata canggih Rusia ini diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir yang dapat memicu tsunami radioaktif di wilayah pesisir.
Poseidon Lebih Mematikan dari Burevestnik
Medvedev menegaskan bahwa Poseidon lebih mematikan dibandingkan rudal Burevestnik yang juga telah diuji coba sebelumnya. Kedua senjata strategis Rusia ini sama-sama menggunakan tenaga nuklir dan mampu membawa hulu ledak nuklir.
"Tidak seperti Burevestnik, Poseidon benar-benar bisa dianggap sebagai senjata kiamat," ujar Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia tersebut.
Uji Coba Sukses Drone Bawah Air Nuklir
Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah mengumumkan keberhasilan uji coba drone bawah air Poseidon yang dilaksanakan pada Selasa (28/10/2025). Meskipun Putin tidak secara langsung mengawasi uji coba, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Putin terus memantau perkembangan tes senjata canggih tersebut.
Kepatuhan terhadap Aturan Internasional
Peskov menekankan bahwa seluruh proses uji coba senjata canggih Rusia dilakukan sesuai dengan aturan internasional dan perjanjian bilateral. Pihak Kremlin juga memastikan bahwa semua prosedur notifikasi telah dipatuhi selama pelaksanaan uji coba Poseidon.
Keberhasilan uji coba drone bawah air nuklir Poseidon ini dinilai sebagai langkah signifikan dalam meningkatkan keamanan nasional Rusia. Teknologi yang dikembangkan juga berpotensi diaplikasikan untuk mendukung perekonomian negara di masa depan.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Jambi Sambut Kepulangan Jenazah Mahasiswi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Altos Luncurkan Solusi Infrastruktur AI dan Cloud Terintegrasi untuk Percepatan Transformasi Digital
Pemkot Medan Raih Penghargaan Nasional atas Transformasi Layanan Digital Publik
Pemkab Badung Siapkan Jalur Khusus Transportasi Umum di Kuta dan Legian untuk Atasi Kemacetan