Indonesia Diproyeksikan Jadi Ekonomi Digital Terbaik Dunia 2030, Ini Kunci Suksesnya

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:35 WIB
Indonesia Diproyeksikan Jadi Ekonomi Digital Terbaik Dunia 2030, Ini Kunci Suksesnya
Belum ada akses.

Indonesia Diproyeksikan Jadi Ekonomi Digital Terbaik Dunia 2030

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital dan sistem pembayaran tercepat di dunia. Melalui sinergi dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE), Indonesia diproyeksikan menjadi "the fastest, the best digital economy Indonesia di dunia" pada tahun 2030.

Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Tantangan Keamanan Siber

Meski pertumbuhan ekonomi digital sangat pesat dan diproyeksikan menjadi tulang punggung menuju Indonesia Emas 2045, Perry Warjiyo mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko yang menyertainya. Beberapa tantangan yang perlu diwaspadai meliputi serangan siber, phishing, perlindungan konsumen, dan transaksi ilegal.

Perry menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, otoritas, dan industri sangat penting, tidak hanya untuk memajukan ekonomi digital tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko digital.

Fondasi Kuat: Transaksi Digital Tumbuh Pesat dan Inklusi UMKM

Data terbaru menunjukkan transaksi pembayaran digital pada kuartal III 2025 mencapai 12,99 miliar transaksi, tumbuh 38,08 persen (year-on-year). Pemanfaatan QRIS telah menjangkau hampir 60 juta pengguna, di mana sekitar 93 persen di antaranya merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), membuktikan digitalisasi keuangan telah tumbuh secara organik.

Pentingnya Tata Kelola dan Literasi Digital

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menambahkan bahwa transformasi digital harus dibangun di atas landasan kuat, tata kelola yang baik, dan perlindungan konsumen. Inovasi dan mitigasi risiko harus berjalan beriringan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyoroti pentingnya memastikan keamanan sistem pembayaran dan meningkatkan literasi digital masyarakat agar inovasi keuangan digital dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Inisiatif Baru: QRIS TAP dan Konektivitas Lintas Negara

Pada pembukaan FEKDI x IFSE 2025, diluncurkan berbagai inisiatif sinergi, termasuk peluncuran QRIS Tanpa Pindai (TAP) fitur Tap In-Tap Out di lima moda transportasi dan sarana parkir. Selain itu, diluncurkan pula inisiasi sandbox QRIS Antar Negara Indonesia–Korea Selatan, yang bertujuan memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas batas.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa digitalisasi telah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 telah memberikan hasil nyata, dengan transaksi digital nasional tumbuh pesat hingga Rp59,4 ribu triliun.

Gelaran FEKDI x IFSE 2025 dengan tema “Sinergi dan Inovasi untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia” menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan, mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar