Pegiat isu politik Aurelia Vizal menyerukan agar anak muda tidak hanya dijadikan jargon politik semata. Dalam acara Rakyat Bersuara on Campus bertajuk "Demokrasi Digital: yang Muda Yang Bersuara" di iNews, Aurelia menekankan pentingnya memandang generasi muda sebagai subjek politik yang setara.
Aurelia Vizal mengkritik sistem politik yang hanya melibatkan anak muda secara simbolis setiap lima tahun sekali. Menurutnya, setelah masa pemilu usai, suara dan peran pemuda seringkali diabaikan.
"Setelah dijadikan simbol politik dan sekadar hiasan setiap lima tahun, apa yang terjadi? Kita tidak pernah dianggap sebagai subjek politik yang setara," ujar Aurel.
Pegiat politik ini menyayangkan sikap kritis dan aspirasi anak muda yang jarang didengar. Meski demikian, dia mendorong generasi muda untuk terus bersuara dan aktif berpartisipasi.
"Partisipasi anak muda seharusnya bukan sekadar jargon politik lima tahunan atau hiasan estetika. Harus ada substansi dan pengakuan bahwa kita adalah subjek politik yang setara," tegasnya.
Aurelia Vizal mengajak anak muda tetap bersuara, berkolektif, dan bersolidaritas. "Meskipun api kita kecil, percikan itu tetaplah api dan lama-lama bisa menyambar juga," tutupnya memberikan semangat.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Mudik di Tol Cipali Meningkat 22% pada H-4 Lebaran
PAN Siap Dukung Wacana Pemotongan Gaji Anggota DPR
BRImo Pimpin Pengguna Aktif Mobile Banking, Transaksi Digital Tembus Ribuan Triliun di 2025
Pelindo Sediakan 4.030 Kursi Bus Gratis untuk Mudik Lebaran 2026