Muadzin Meninggal Saat Salat Tarawih di Depok, Didahului Riwayat Penyakit Jantung

- Senin, 16 Maret 2026 | 09:50 WIB
Muadzin Meninggal Saat Salat Tarawih di Depok, Didahului Riwayat Penyakit Jantung

PARADAPOS.COM - Seorang muadzin Masjid Jami Babussalam di Kemiri Muka, Beji, Depok, meninggal dunia saat menjalankan salat tarawih berjemaah. Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/3/2026) malam itu terekam kamera keamanan dan kemudian menyebar di media sosial. Korban, Marji, diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat mendapat pertolongan pertama dari jemaah sekitar sebelum dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kronologi Kejadian di Tengah Ibadah

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, kejadian berlangsung saat salat tarawih memasuki rakaat ketiga. Marji terlihat hendak melakukan gerakan sujud. Namun, dalam posisi tersebut, tubuhnya tak kunjung bangkit dan akhirnya terjatuh. Suasana hening seketika berubah menjadi riuh rendah upaya pertolongan.

Beberapa jemaah yang berada di sekitarnya langsung sigap mendekati Marji. Mereka berusaha memberikan pertolongan pertama dengan memijat dan mengusap tubuhnya, berharap ada tanda-tanda kesadaran. Sayangnya, upaya di tempat itu tidak membuahkan hasil.

Riwayat Kesehatan dan Pernyataan Pengurus Masjid

Muhamad Soleh, salah seorang pengurus Masjid Jami Babussalam, mengonfirmasi bahwa almarhum memang telah lama bergulat dengan kondisi jantungnya. "Nama almarhum Bapak Marji, punya riwayat jantung sudah pasang ring," jelasnya.

Ia melanjutkan penjelasan dengan nada haru, menggambarkan sosok Marji yang dikenal aktif dan taat beribadah. "Orangnya aktif dan ahli ibadah, sebetulnya sudah takdir Allah meninggal di masjid saat salat tarawih di rakaat ketiga. Rakaat pertama dia sujud sudah tidak berdiri nahanin sakit aja. Lalu dibangunin sudah gak bangun," tutur Soleh.

Duka di Balik Viralitas

Setelah upaya di lokasi tidak berhasil, Marji segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih memadai. Namun, nasib berkata lain. "Sempat dipijat dan usap badannya ternyata tidak ada respons lalu dibawa jemaah ke rumah sakit sampai sana saat diperiksa dokter sudah tidak ada, dinyatakan meninggal," ungkap Muhamad Soleh.

Kepergian Marji tentu meninggalkan luka bagi komunitas masjid. Soleh mengenangnya sebagai sosok yang sangat berdedikasi. "Dia sering muadzin di masjid ini," kenangnya. Jenazah almarhum kemudian telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, mengakhiri perjalanan seorang hamba yang wafat dalam keadaan menjalankan ibadah. Peristiwa ini, meskipun viral karena rekaman dramatisnya, pada hakikatnya adalah cerita tentang kehilangan seorang figur yang dihormati di tengah komunitasnya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar