Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon dengan Surat Perintah 11 Maret 2026

- Senin, 16 Maret 2026 | 17:00 WIB
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon dengan Surat Perintah 11 Maret 2026

PARADAPOS.COM - Roy Suryo, yang saat ini berstatus tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah, mengaitkan perubahan sikap Rismon Sianipar terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dengan sebuah peristiwa pada 11 Maret 2026. Menurut Roy, surat perintah yang terbit pada tanggal tersebut menjadi pemicu kunjungan Rismon ke kediaman Jokowi dan pernyataan barunya yang membatalkan klaim sebelumnya.

Kaitan dengan Tanggal 11 Maret 2026

Roy Suryo secara khusus menyoroti signifikansi tanggal 11 Maret, yang menurutnya bertepatan dengan peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Ia menyebut adanya surat perintah pada tanggal itu yang ditujukan kepada Rismon Sianipar. Roy membagi narasi seputar Rismon menjadi dua fase: sebelum dan sesudah tanggal tersebut.

"Poin yang penting adalah 11 Maret 2026. Itu adalah tanggal Supersemar. Jadi ada surat perintah untuk dia pada tanggal 11 Maret 2026. Sebelum tanggal itu, pratangggal itu, artinya Rismon kita sebut sebagai Rismon prabayar. Pascabayarnya itu yang mulai error," ujarnya kepada para wartawan di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Klaim Penelitian Ilmiah yang Tak Berubah

Lebih lanjut, Roy Suryo menegaskan bahwa penelitian yang pernah dilakukan Rismon Sianipar, menurut penilaiannya, tetap sah dan tidak mengandung kesalahan. Argumennya berpusat pada sifat penelitian ilmiah yang membutuhkan proses panjang, sehingga mustahil hasilnya berbalik arah dalam waktu singkat hanya karena sebuah pertemuan.

"Semua tidak ada yang salah karena itu penelitian yang dilakukan secara ilmiah dan panjang. Tidak mungkin suatu penelitian ilmiah yang panjang dibalik dalam waktu yang sangat singkat," sambung mantan Menpora itu.

Keraguan atas Klaim Penelitian Ulang

Roy juga menyangsikan klaim bahwa Rismon telah melakukan penelitian ulang. Ia mengungkapkan bahwa hingga beberapa pekan terakhir, Rismon masih aktif dalam berbagai aktivitas yang justru mengusung isu yang sama, termasuk mempromosikan buku terkait dugaan tersebut.

"Dia mengatakan selama dua sampai tiga bulan. Teman-teman di sini masih ada yang membersamai Rismon sampai hari-hari terakhir kemarin. Apa kerjaannya? Masih mempromosikan buku. Bahkan buku itu diluncurkan pada 1 Januari 2026. Berarti dua bulan yang lalu saja dia masih mempromosikan buku. Tidak ada pikiran," tuturnya.

Harapan di Bulan Ramadhan

Menanggapi perubahan sikap Rismon Sianipar yang kini menyatakan ijazah Jokowi asli, Roy Suryo mengaku hanya bisa berharap yang terbaik. Dalam pernyataan penutupnya, ia menyelipkan harapan agar Rismon mendapatkan pencerahan, terlebih di bulan suci Ramadhan.

"Kami tetap menganggap bahwa Rismon pernah menjadi bagian dari kami. Bahwa sekarang dia mungkin sedang mengalami perubahan, itu sudahlah. Ini di bulan suci Ramadhan, saya selalu mengatakan semoga dia mendapat hidayah," tandas Roy.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar