PARADAPOS.COM - Sebuah ledakan mengguncang Masjid Raya Pesona di Perumahan Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (20/3) malam. Peristiwa yang terjadi saat jemaah sedang menunaikan salat Tarawih ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat memicu kepanikan. Kepolisian Resor Jember langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki sumber serta penyebab ledakan tersebut.
Kepanikan Saat Ibadah Tarawih
Suara dentuman keras terdengar di tengah kekhusyukan ibadah. Video amatir yang beredar pasca-kejadian memperlihatkan suasana kalut, dengan sejumlah jemaah berhamburan keluar dari bangunan masjid untuk menyelamatkan diri. Situasi yang mencekam itu berangsur reda setelah petugas kepolisian tiba dan mulai mengambil alih pengamanan lokasi.
Respons Cepat dan Pengamanan TKP
Tim dari Polres Jember langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) begitu laporan diterima. Mereka dengan sigap memasang garis polisi dan mensterilkan area sekitar masjid. Langkah ini diambil untuk mencegah kerumunan warga yang penasaran mendekat, sekaligus memastikan proses penyelidikan forensik oleh tim Gegana dapat berjalan tanpa gangguan.
Dugaan Sementara dari Pengurus Masjid
Fadil, selaku takmir Masjid Raya Pesona, memberikan keterangan awal mengenai titik kejadian. Menurut penuturannya, sumber ledakan diduga berasal dari sebuah lemari lama yang sudah tidak terpakai.
"Di dekatnya tempat wudu. Sumber ledakan itu diduga dari lemari yang terlantar tidak dipakai. Pas kejadian sedang dilaksanakan salat Tarawih," jelas Fadil di lokasi kejadian.
Penyelidikan Menyeluruh Masih Berlangsung
Meski ada keterangan awal dari pengurus masjid, aparat kepolisian menekankan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal. Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah ledakan berasal dari bahan peledak, akumulasi gas, atau penyebab lain.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekat ke posisi ledakan. Kita akan melakukan sterilisasi," tegas AKP Angga.
Hingga berita ini diturunkan, tim Gegana masih bekerja di TKP untuk mengumpulkan bukti dan menganalisis material sisa ledakan. Prioritas utama adalah mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden ini dengan teliti dan komprehensif, guna memberikan kejelasan kepada masyarakat dan mencegah spekulasi yang tidak perlu.
Artikel Terkait
Isu Pemakzulan Prabowo-Gibran Menguat di Tengah Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Pangan
200 Ribu Buruh dari Enam Provinsi Siap Padati Monas pada May Day 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans yang Hendak Jemput Pasien Kritis di Surabaya, Minta Maaf Usai Viral
Anggaran Sepatu Sekolah Rp27,5 Miliar Dikritik, Mensos Buka Suara