PARADAPOS.COM - Lanskap perbankan digital Indonesia pada 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid, dengan aplikasi mobile banking BRI, BRImo, memimpin sebagai platform dengan basis pengguna aktif terbesar. Data resmi dari otoritas moneter mengonfirmasi bahwa volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan melonjak signifikan, didorong oleh ekspansi merchant dan adopsi masyarakat yang semakin masif. Posisi puncak BRI ini diikuti oleh sejumlah bank BUMN dan swasta besar lainnya, yang juga mencatatkan peningkatan pengguna dan nilai transaksi yang mengesankan sepanjang tahun.
Lonjakan Transaksi Digital dan Pendorong Utama
Menilik data kuartal IV 2025, geliat transaksi digital di tanah air memang tak bisa dipandang sebelah mata. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet banking tercatat tumbuh pesat, dengan transaksi QRIS bahkan mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, melampaui 100% secara tahunan. Pertumbuhan ini bukan terjadi dalam ruang hampa, melainkan ditopang oleh faktor fundamental di lapangan.
Bank Indonesia dalam keterangan resminya menegaskan bahwa kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
BRI dan BRImo Pertahankan Posisi Terdepan
Dalam persaingan ketat itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Hingga penutupan tahun 2025, aplikasi BRImo telah digunakan oleh 45,9 juta pengguna aktif, angka yang mencerminkan kepercayaan nasabah yang luas. Pencapaian ini tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil dari pertumbuhan yang konsisten.
“Aplikasi BRImo mencatat peningkatan yang signifikan, dimana jumlah pengguna aktif naik 18,9% YoY, menjadi 45,9 juta di Desember 2025,” jelas Aquarius Rudianto, Direktur Network dan Retail Funding BRI, dalam konferensi pers virtual yang membahas kinerja keuangan perusahaan.
Di balik angka pengguna yang besar, nilai transaksi yang mengalir melalui platform ini juga fantastis, mencapai lebih dari Rp7.000 triliun dan tumbuh lebih dari seperempat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menggarisbawahi tidak hanya kuantitas, tetapi juga kedalaman penggunaan layanan digital oleh nasabah BRI.
Bank-Bank Besar Lainnya Ikut Tumbuh Pesat
Pertumbuhan ekosistem digital perbankan adalah cerita bersama, dan hal ini terlihat dari kinerja pesaing utama BRI. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., misalnya, mencatatkan 37,2 juta pengguna Livin’ by Mandiri, dengan frekuensi transaksi yang sangat tinggi dan didominasi oleh transfer serta pembayaran QR. Sementara itu, nilai transaksinya juga menembus angka ribuan triliun rupiah.
Di posisi ketiga, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) mencatatkan 34,3 juta pengguna mobile banking. Yang menarik dari BCA adalah volume transaksi gabungan melalui mobile dan internet banking yang sangat besar, mencapai 37,5 miliar transaksi, menunjukkan intensitas penggunaan yang tinggi oleh nasabahnya.
BNI dan Bank Lainnya Catat Pertumbuhan Eksplosif
Meski basis pengguna absolutnya belum menyamai tiga besar, beberapa bank justru menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat agresif. PT Bank Negara Indonesia (BNI), misalnya, berhasil melipatgandakan pengguna aplikasi wondr by BNI menjadi 12,1 juta, suatu lonjakan lebih dari 128% dalam setahun. Pertumbuhan eksplosif serupa juga dialami oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., yang mencatat kenaikan pengguna Bale by BTN sebesar 66%.
Di sisi bank swasta, PT Bank CIMB Niaga Tbk. juga konsisten mengembangkan basis pengguna aplikasi OCTO-nya, yang kini telah mencapai 5,9 juta. Peningkatan ini diiringi dengan frekuensi transaksi yang mencapai ratusan juta kali, mengindikasikan integrasi platform tersebut dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah.
Secara keseluruhan, data dari tahun 2025 ini menggambarkan sebuah transformasi yang telah mengakar. Mobile banking bukan lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi saluran utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengelola keuangannya. Dominasi bank-bank besar dengan jaringan luas masih terlihat, namun dinamika pertumbuhan yang cepat dari beberapa pemain menunjukkan bahwa persaingan untuk meraih kepercayaan nasabah digital akan semakin sengit di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Forum Indo-Pasifik Perkuat Stabilitas Pasokan Energi di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat Signifikan di Tol Cipali
Lalu Lintas Mudik di Tol Cipali Meningkat 22% pada H-4 Lebaran
PAN Siap Dukung Wacana Pemotongan Gaji Anggota DPR