PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan serangan terhadap fasilitas industri yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Peringatan yang disebarkan melalui kantor berita semi-resmi Fars News Agency itu meminta warga sipil dan pekerja di lokasi-lokasi tersebut untuk segera mengevakuasi diri, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah memasuki pekan ketiga. Peringatan ini muncul bersamaan dengan laporan jatuhnya pecahan rudal di kawasan sensitif Kota Tua Yerusalem, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Peringatan Iran dan Sanggahan AS
Dalam pernyataannya, IRGC secara eksplisit menyebut fasilitas industri yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan ekonomi AS berpotensi menjadi sasaran dalam waktu dekat. Namun, pihak Iran tidak merinci lokasi atau negara spesifik yang dimaksud, sehingga meninggalkan ruang ketidakpastian yang luas.
“Industri yang terkait dengan Amerika Serikat dapat menjadi sasaran dalam waktu dekat,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari Fars News Agency.
Menanggapi klaim-klaim Iran sebelumnya, termasuk soal penghancuran fasilitas militer AS, pihak Amerika Serikat menampik dengan tegas. Juru bicara United States Central Command, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, secara terbuka mempertanyakan kredibilitas IRGC.
“IRGC tidak memiliki kredibilitas,” tegas Hawkins, merespons klaim Iran yang dinilai tidak berdasar oleh militer AS.
Pecahan Rudal Jatuh di Kawasan Suci Yerusalem
Sementara ketegangan diplomatik memanas, situasi di lapangan juga semakin mencekam. Aparat keamanan Israel melaporkan bahwa sejumlah pecahan rudal berukuran besar—beberapa di antaranya mencapai tiga hingga empat meter—jatuh di sekitar Kota Tua Yerusalem pada Senin siang. Lokasi jatuhnya serpihan sangat sensitif, berada dekat dengan situs-situs suci tiga agama.
Salah satu pecahan dilaporkan mendarat tidak jauh dari Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre), situs yang sangat dihormati umat Kristen. Serpihan lain juga ditemukan di kompleks Masjid Al-Aqsa, tempat suci ketiga dalam Islam, serta di kawasan permukiman Yahudi di dalam tembok kota tua.
Intercept Rudal dan Penanganan Darurat
Menurut Komandan Polisi di lokasi, Dvir Tamim, rudal-rudal yang mengancam tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel di angkasa Yerusalem. Namun, pecahan dari rudal yang dihancurkan itulah yang kemudian berhamburan dan jatuh ke permukaan tanah.
“Beberapa rudal berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel di atas Yerusalem,” jelas Tamim mengenai kejadian tersebut.
Tim penjinak bom dan aparat kepolisian dengan sigap diterjunkan untuk mengamankan sejumlah lokasi jatuhnya serpihan. Layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyatakan berita yang relatif positif: tidak ada korban luka-luka dalam insiden ini. Selain di Kota Tua, satu pecahan rudal juga jatuh di dekat kompleks pemerintahan Yerusalem yang menjadi lokasi gedung parlemen (Knesset) dan beberapa kementerian, meski tidak dilaporkan kerusakan signifikan.
Konteks Ketegangan yang Meluas
Rangkaian peristiwa ini semakin mempertebal awan konflik di kawasan yang sudah lama dilanda ketegangan geopolitik. Peringatan Iran yang bersifat terbuka, disusul dengan insiden rudal di Yerusalem, menunjukkan bagaimana dinamika konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memiliki dampak langsung yang nyata dan berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut. Situasi terus dipantau ketat oleh pengamat keamanan internasional, mengingat sensitivitas lokasi dan tingginya tensi antara pihak-pihak yang berseteru.
Artikel Terkait
Video Netanyahu Dituding Deepfake, Ahli Sebut Cincin Hilang Hanya Ilusi Optik
Netanyahu Unggah Video untuk Bantah Rumor Kematian dan Konten AI
Iran Luncurkan Rudal Balistik Canggih Sejjil dalam Serangan Balasan ke Israel
Netanyahu Tampil di Video untuk Bantah Rumor Meninggal, Malah Dituding Deepfake