Adnan Maulana Cetak Smash 413.8 KPH, Rekor Tercepat French Open 2025

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Adnan Maulana Cetak Smash 413.8 KPH, Rekor Tercepat French Open 2025
Adnan Maulana Cetak Smash Terkencang French Open 2025 - Fakta dan Kisahnya

Adnan Maulana Ukir Rekor Smash Terkencang di French Open 2025

Kisah Adnan Maulana menjadi sorotan usai French Open 2025. Pebulu tangkis spesialis ganda campuran Indonesia ini berhasil mencatatkan smash terkencang di turnamen bergengsi tersebut, meski perjalanannya tak berlangsung lama.

Perjalanan Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari di French Open 2025

Adnan Maulana turun di French Open 2025 bersama pasangannya, Indah Cahya Sari Jamil. Mereka merupakan salah satu dari tiga wakil Indonesia di nomor ganda campuran, bersama dengan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Sayangnya, duet Adnan dan Indah harus terhenti lebih awal. Mereka dikalahkan oleh pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dalam pertandingan babak pertama atau 32 besar.

Pertandingan berlangsung sengit. Adnan/Indah sempat menyerah di gim pertama dengan skor ketat 20-22. Mereka mampu membalas di gim kedua dengan skor meyakinkan 21-14. Namun, di gim penentu ketiga, mereka takluk dengan skor 15-21.

Rekor Mencengangkan: Smash Adnan Maulana Tembus 413.8 Kph

Di balik kekalahan tersebut, Adnan Maulana berhasil menorehkan catatan individu yang membanggakan. Ia tercatat sebagai pemain yang melakukan smash tercepat di sektor ganda campuran sepanjang turnamen.

Kecepatan smash Adnan mencapai 413.8 kilometer per hour (kph), yang menempatkannya di posisi puncak daftar pemain dengan pukulan tercepat. Rekor ini bahkan mengungguli Feng Yan Zhe dari China, yang berpasangan dengan Huang Dong Ping dan akhirnya menjadi juara French Open 2025. Smash tercepat Feng tercatat pada angka 399.4 kph.

Pencapaian ini membuktikan kualitas dan potensi yang dimiliki Adnan Maulana, menjadikannya salah satu atlet bulu tangkis Indonesia yang patut diikuti perkembangannya di kancah internasional.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini