Museum Nasional Gelar Pameran Seni Ukir ‘Tatah Jepara’, Dorong Pengakuan UNESCO

- Selasa, 16 Juni 2026 | 07:25 WIB
Museum Nasional Gelar Pameran Seni Ukir ‘Tatah Jepara’, Dorong Pengakuan UNESCO
PARADAPOS.COM - Museum Nasional Indonesia di Jakarta resmi membuka pameran seni ukir bertajuk Tatah Jepara pada Selasa, 16 Juni 2026. Pameran yang berlangsung dari 30 April hingga 5 Juli 2026 ini menampilkan transformasi karya ukir dari abad ke-6 hingga era kontemporer, dengan tujuan utama memperkuat identitas budaya Indonesia menuju pengakuan UNESCO.

Misi Menuju Pengakuan Dunia

Pameran ini tidak sekadar memajang karya seni, melainkan menjadi bagian dari upaya strategis memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung global. Penyelenggara saat ini tengah fokus memperkuat identitas seni ukir Nusantara agar mampu bersaing dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. “Harapannya, warisan budaya ini semoga bisa diakui oleh UNESCO,” kata Aulia, PIC Gallery Sitter dari tim Tatah Jepara, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Jepara: Lebih dari Sekadar Mebel

Salah satu temuan menarik selama pameran berlangsung adalah perubahan persepsi pengunjung terhadap Jepara. Selama ini, kota tersebut lebih dikenal sebagai pusat industri mebel. Namun, melalui pameran ini, banyak pihak mulai menyadari bahwa Jepara memiliki sejarah panjang dalam seni ukir yang patus dibanggakan. “Banyak pengunjung yang baru tau kalau Jepara punya sejarah, bukan hanya industri mebel,” ujar Aulia. Antusiasme masyarakat terhadap ekshibisi ini terbilang tinggi. Area pameran dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Aulia menambahkan bahwa respons luar biasa justru datang dari para pengunjung yang sebelumnya tidak mengenal kedalaman seni ukir Jepara.

Logistik dan Perlindungan Karya

Seluruh karya yang dipamerkan dibawa langsung dari Jepara, Jawa Tengah. Proses pengiriman dan penanganan karya seni ini memerlukan perhatian ekstra karena nilai historis dan artistik yang terkandung di dalamnya. “Iya, kita bawa langsung dari Jepara sebanyak 13 kontainer, karena satu karya saja membutuhkan perlindungan yang sangat ekstra,” jelas Aulia. Panitia mengerahkan perlindungan khusus untuk memastikan tidak ada kerusakan pada setiap ukiran selama proses transportasi dan pemajangan. Langkah ini menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam menjaga autentisitas dan kualitas karya.

Trilogi Seni yang Berkelanjutan

Pameran Tatah Jepara merupakan bagian pertama dari proyek trilogi seni yang direncanakan oleh penyelenggara. Dua rangkaian pameran berikutnya, yang bertajuk Suluk dan Sulur, akan menyusul dalam waktu dekat. Rangkaian ini diharapkan mampu menjaga momentum pengenalan seni ukir Indonesia ke dunia internasional. Dengan suasana museum yang tenang namun penuh antusiasme, pameran ini menjadi ruang dialog antara masa lalu dan masa kini. Setiap ukiran yang dipajang seakan bercerita tentang perjalanan panjang peradaban seni di Nusantara.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar